ANALISA KEHANDALAN MESIN FRYER PADA UNIT PRODUKSI BUMBU MINYAK (Studi Kasus di PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. FID Semarang)
Jusep Pramudanto, Prof. Dr. Eng. Ir. Deendalianto, S.T., M.Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIUnit pengolahan bumbu minyak merupakan salah satu unit yang terdapat di PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. tepatnya pada divisi bumbu atau disebut juga dengan FID (Flavour Ingredients Division). Pada penelitian kali ini penulis membatasi obyek penelitian adapun obyek itu adalah menghitung kehandalan komponen-komponen kritis yang menyusun mesin fryer sehingga dari tiap-tiap kehandalan komponen yang menyusun mesin fryer tersebut dapat dilakukan perhitungan kehandalan mesin fryer itu sendiri. Pada dasarnya setiap mesin atau komponen memiliki umur akonomis atau life time yang sewaktu-waktu mengalami kerusakan yang disertai penurunan nilai guna (depresiasi) yang berkaitan dengan kehandalan mesin maupun komponen itu sendiri. Tetapi hal ini bisa dapat dicegah dengan mengadakan perawatan terhadap mesin secara teratur sehingga umur pakai bisa lebih panjang serta terjaminnya sebuah komponen bisa siap saat digunakan atau availability tinggi. Setiap mesin memiliki MTBR (Mean Time Between Repair) yang berbeda-beda. Pada penelitian kali ini terdapat empat komponen kritis terdapat pada mesin fryer yang sering terjadi kerusakan dalam periode 2005-2007 yaitu hidraulic cylinder pada pan, hidraulic cylinder pada agitator, gas burner, agitator. Untuk menganalisa distribusi kerusakan yang terdapat pada tiap-tiap komponen digunakan Software Arena 3.0. Dari analisa Software Arena 3.0 yang dijadikan parameter yaitu distribusi normal, lognormal, exponential, dan weibull. Hasil analisa distribusi kerusakan menggunakan software Arena 3.0 yaitu hidraulic cylinder pada pan, hidraulic cylinder pada agitator, gas burner dan agitator distribusi kerusakannya adalah distribusi exponential karena memiliki sqare error terkecil dibandingkan distribusi normal, lognormal, dan weibull. Kehandalan komponen-komponen yang terdapat pada mesin fryer yang mengacu pada toleransi 97% dapat dijadikan patokan untuk melakukan preventive maintenance. Adapun waktu yang direkomendasikan untuk keempat komponen tersebut yaitu : hidraulic cylinder pada pan diusulkan dilakukannya preventive maintenance (PM) setiap 116 jam sekali, hidraulic cylinder pada agitator diusulkan dilakukannya preventive maintenance 136 jam sekali, gas burner diusulkan dilakukannya preventive maintenance 67 jam sekali, agitator diusulkan dilakukannya preventive maintenance 149 jam sekali. Sehingga setelah dilakukan perhitungan didapatkan kehandalan mesin fryer sebesar 92.60% yang sebelumnya pada saat teridentifikasi kehandalan mesin fryer sebesar 7.82%
Kata Kunci : kehandalan, preventive maintenance, distribusi kerusakan