Laporkan Masalah

ANALISIS SISTEM MANAJEMEN PERAWATAN PADA BOILER SEBAGAI ASET KRITIS DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) (Studi Kasus di PT. Pupuk Kujang, Cikampek)

Ilma Megantara, Ir. Muhammad Waziz Wildan M.Sc., Ph.D., IPU

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan suatu konsep dasar perawatan terhadap peralatan. RCM diawali dengan perumusan FMEA (Failure Mode Effect Analysis), yang menunjukkan hubungan kualitatif antara kegagalan dengan aktifitas maintenance. Boiler merupakan mesin konversi energi yang digunakan untuk memproduksi uap yang dipakai untuk menjalankan mesin-mesin produksi maupun mesin-mesin lain yang mendukung berjalannya proses produksi pupuk urea. Oleh karena itu, dalam pengoperasian aset boiler membutuhkan suatu metode untuk menganalisis sistem manajemen perawatan yang dapat menjamin tingkat kehandalan (reliability) dan keamanan (safety) yang tinggi. Dalam penelitian ini dikembangkan konsep RCM (Reliability Centered Maintenance) untuk perawatan boiler sebagai salah satu aset kritis, sehingga diharapkan dapat terbentuk sistem manajemen perawatan boiler yang baik. Pengumpulan data dilakukan di PT. Pupuk Kujang bagian boiler melalui metode observasi dan wawancara. Perhitungan reliability aset dan laju kegagalan dilakukan untuk mengetahui komponen dari aset yang memerlukan fokus perawatan dan pada akhirnya nilai reliability dari aset dapat dijadikan perbandingan dan tolak ukur terhadap performansi kegiatan perawatan. Metode RCM adalah salah satu bentuk manajemen perawatan yang berbasis kepada kehandalan sistem. Oleh karena itu, untuk menentukan kegiatan perawatan dalam RCM, perlu diketahui tingkat kehandalan boiler. Dari analisis kehandalan, dihasilkan beberapa komponen kritis pada boiler 1 sampai boiler 3, yaitu untuk boiler 1 adalah pipa economizer (MTBF = 11990 jam), burner (MTBF = 17930 jam), filter intake (MTBF = 17985 jam), sight glass (MTBF = 17985 jam), sedangkan untuk boiler 2 adalah pipa dinding ketel (MTBF = 17931 jam), gland packing valve (MTBF = 17985 jam), dan untuk boiler 3 adalah gland packing valve (MTBF = 17982 jam). Berdasarkan analisis RCM, failure mode yang paling banyak ditemui pada boiler adalah kebocoran (47,12 %), dan jenis preventive maintenance yang diperlukan adalah jenis Conditional Directed (CD) dan Time Directed (TD), dimana pada kondisi normal operasi boiler membutuhkan kontrol secara terus menerus, baik oleh instrument maupun oleh manusia. Oleh karena itu, prinsip autonomous maintenance sangat sesuai diterapkan pada sistem manajemen perawatan boiler.

Kata Kunci : Boiler, Reliability Centered Maintenance (RCM), MTBF, Reliability, FMEA, Preventive Maintenance

  1. S1-FTK-2008-Ilma_Megantara-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Ilma_Megantara-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Ilma_Megantara-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Ilma_Megantara-title.pdf