Laporkan Masalah

Kemampuan Penghambatan Beberapa Alat Pelindung Fisik terhadap Intensitas Radiasi Sinar Matahari

Beta Ahlan Gizela, dr. K. Etnawati, M. P. H.

1994 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Kehidupan manusia sedikit banyak dipengaruhi oleh sinar matahari. Pengaruh itu bisa baik atau buruk. Pengaruh buruk bagi manusia antara lain karena sinar matahari merupakan faktor resiko munculnya penyakit-penyakit kulit, misal gangguan pigmentasi, ketuaan dini, sampai keganasan kulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan alat pelindung fisik yang biasa digunakan dalam menghambat intensitas sinar matahari, sehingga dapat mengurangi faktor resiko di atas. Subyek yang diteliti adalah kain pakaian, payung, kaca, dan topi pet. Masing-masing subyek diukur kemampuan penghambatan intensitas sinar mataharinya dengan cara mengukur selisih intensitas yang diterima lightmeter sebelum dan sesudah menggunakan alat pelindung fisiko Data tentang penghambatan oleh kain dianalisis dengan analisa variansi dan uji t, payung dengan analisis regresi, kaca dengan analisis variansi, topi dengan rerata. Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik adalah:Kain. Penghambatan oleh warna gelap lebih besar dari warna terang (p<0,01). Tetapi untuk warna yang saling berdekatan secara statistik perbedaannya tidak bermakna (p>0,05). Payung. Semakin besar diameter payung semakin besar penghambatannya untuk tempat setinggi tangan (r=0,9608) dan kaki (r=0,9449). Untuk tempat setinggi kepala penghambatannya sama (r=-).Kaca. Ada perbedaan penghambatan oleh kaca dengan warna/jenis berbeda (p<0,0l).Topi. Rata-rata penghambatannya sebesar 522,86 lux. Jadi untuk kemampuan penghambatan intensitas terbesar berturut-turut adalah topi, payung gelap, pakaian hitam dan kaca gelap.

Kata Kunci : radiasi, sinar matahari, penyakit kulit,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.