Pengaruh virtual reality (VR) imersif terhadap kecemasan pasien preoperasi mastektomi kanker payudara
Aditya Rizky Arief Rahman, Dr.dr. Sudadi SpAn-TI, Subs.N (K), Subs.AR (K) ; Dr dr Mahmud SpAn TI, Subs. MN (K), FIPM
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Anestesiologi
Latar Belakang. Kanker payudara ialah kasus keganasan dengan insidensi tertinggi di Indonesia, khususnya di Rumah sakit Umum Pusat Sardjito. Pasien kanker payudara yang akan menjalani mastektomi umumnya mengalami kecemasan. Kecemasan tersebut dapat berpengaruh pada hasil keluaran pasien dan meningkatkan mortalitas dan morbiditas pasien. Metode - metode untuk menurunkan kecemasan preoperasi mastektomi terbagi menjadi farmakologis, dengan pemberian obat-obat sedasi, dan non farmakologis dengan edukasi holistik, akupuntur, mendengarkan musik serta virtual reality dan lain-lain.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengamati efek virtual reality imersif terhadap tingkat kecemasan pasien preoperasi mastektomi karena kanker payudara
Metode. Penelitian ini adalah Randomized Controlled Trial (RCT), dengan kelompok intervensi (n=21) VR imersif preoperasi dan kelompok kontrol (n=21) mendapatkan perawatan anestesi rutin standar. Setelah randomisasi, pasien dilakukan peneliaian kecemasan APAIS serta diukur untuk parameter tanda vital saat dibangsal perawatan sehari sebelum operasi (X1) dan saat diruang penerimaan pada hari operasi (X2). Penilaian kecemasan menggunakan kuesioner APAIS dilakukan pada saat preoperasi pada kedua kelompok.
Hasil. Total sebanyak 42 subjek penelitian diikutsertakan dan dikelompokkan secara acak menjadi dua kelompok (intervensi 21 subjek penelitian dan kontrol 21 subjek penelitian). Kedua kelompok subjek penelitian memilki nilai kecemasan preoperatif saat X1 yang tidak berbeda signifikan. Kelompok intervensi mengalami penurunan nilai kecemasan preoperatif dari X1 ke X2 yang signifikan (8.05 ± 3.31 menjadi 6.71 ± 2.28, P<0>
Kesimpulan. Intervensi VR imersif secara statistik menurunkan nilai kecemasan preoperatif serta berdampak positif terhadap stabilitas nilai tanda vital TDS, TDD, HR dan RR dengan signifikan pada kelompok pasien kanker payudara yang menjalani prosedur mastektomi
Background. Breast cancer is the malignancy with the highest incidence in Indonesia, particularly at Sardjito General Hospital. Patients with breast cancer undergoing mastectomy commonly experience anxiety. This anxiety can affect patient outcomes and increase mortality and morbidity rates. Methods to reduce preoperative anxiety for mastectomy can be categorized into pharmacological interventions, involving the administration of sedative medications, and non-pharmacological approaches, such as holistic education, acupuncture, music therapy, and virtual reality, among others.
Objective. This study aims to investigate the effects of immersive virtual reality on the level of preoperative anxiety in patients undergoing mastectomy due to breast cancer.
Methodology. This research employs a Randomized Controlled Trial (RCT) design, with an intervention group (n=21) receiving immersive virtual reality preoperatively, and a control group (n=21) receiving standard anesthetic care. After randomization, anxiety levels were assessed using the Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), and vital signs were measured one day before surgery (X1) and one hour before surgery (X2).
Results. A total of 42 subjects participated in the study and were randomly assigned into two groups (intervention: 21 subjects; control: 21 subjects). Both groups exhibited no significant difference in preoperative anxiety levels at X1. The intervention group experienced a significant decrease in preoperative anxiety scores from X1 to X2 (8.05 ± 3.31 to 6.71 ± 2.28, P<0>
Conclusion. Immersive virtual reality intervention significantly reduces preoperative anxiety levels and positively impacts the stability of vital signs in breast cancer patients undergoing mastectomy.
Kata Kunci : mastektomi, kanker payudara, kecemasan, virtual reality imersif, APAIS