Laporkan Masalah

Segmentasi kesempatan kerja di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta : Analisis data Susenas 2003

Endah Yuliana, Drs. Sukamdi, M.Sc.; Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.

2006 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Segmentasi kesempatan kerja di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menarik untuk dikaji karena di propinsi ini masih banyak dijumpai angkatan kerja yang bekerja terpencil pada jenis, lapangan, dan status pekerjaan tertentu sehingga tidak memiliki pilihan secara bebas, hal ini sangat tergantung pada pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki oleh para angkatan kerja yang bekerja tersebut serta besarnya upahlgaji yang is dapatkan di pasar kerja. Masalah-masalah yang terjadi pada pasar kerja juga menjacli penyebab timbulnya segmentasi kesempatan kerja tersebut. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui segmentasi kesempatan kerja menurut karakteristik jenis kelamin dan pendidikan di Propinsi DIY, 2) untuk mengetahui perbedaan segmentasi kesempatan kerja menurut karakteristik pendidikan dan wilayah administrasi (kabupaten/kota) di Propinsi DIY. Penelitian ini menggunakan konsep ILO (1992) tentang segmentasi pasar kerja yang terjadi karena adanya perbedaan yang signifikan dalam hal upah dan kondisi pekerjaan, antar sektor dan antar sub sektor. Faktor-faktor Batas mobilitas segmentasi antaralain penawaran, permintaan, juga tidak memadainya akses untuk fasilitas pendidikan dan pelatihan. Cara pegukuran segmentasi yaitu dengan menggunakan angkatan kerja yang telah bekerja penuh tetapi masih mencari pekerjaan ( full employment aktif) atau tidak mencari pekerjaan tetapi jika ada penawaran pekerjaan mau menerima (full employment pasif). Penelitian ini menggunakan data Susenas Kor tahun 2003. Data yang digunakan adalah data yang berhubungan dengan data ketenagakerjaan dan beberapa data lain yang mendukung penelitian ini. Lokasi penelitian dipilih Propinsi DIY. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang, serta dilakukan uji beds dengan one way anova. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat persamaan segmentasi pada lapangan, jenis, dan status pekerjaan, baik menurut jenis kelamin dan pendidikan, juga menurut kabupaten/kota, baik pada full employment aktif maupun pada full employment pasif. Angkatan kerja yang bekerja baik laki-laki maupun perempuan yang berpendidikan rendah sebagian besar tersegmen pada sektor pertanian, dimana untuk perempuan masing-masing mencapai lebih dari 40%, sedangkan yang berpendidikan tinggi sebagian besar tersegmen pada sektor jasa, dimana untuk yang full employment aktif masing¬masing mencapai lebih dari 50%. Hal yang menarik yaitu masih terdapat angkatan kerja yang bekerja yang berpendidikan tinggi tersegmen pada jenis pekerjaan tidak terampil (36,2%), dan angkatan kerja yang bekerja yang berpendidikan rendah sebagian besar tersegmen pada sektor formal (40,5%) sama seperti angkatan kerja yang bekerja yang berpendidikan tinggi. Di Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul sebagian besar angkatan kerja tersegmen pada sektor pertanian, sedangkan di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta sebagian besar tersegmen pada sektor jasa. Meski Kota Yogyakarta berpredikat sebagai kota pendidikan temyata masih sedikit yang tersegmen pada jenis pekerjaan terampil dan masih ada juga yang tersegmen pada jenis pekerjaan tidak terampil seperti tenaga produksi, operator alat-alat angkutan, dan pekerja kasar (19,4%).

Segmentation of working opportunity in DIY Province is interesting to be studied because there are still a lot of labors who are isolated in terms of certain kinds of occupation field, occupation status in this province so that there are no free options for them to choose. It strongly depends on education background and skill of those labors and wages that they get in the labor market. Problems which arouses in the labor market also be a cause of the segmentation of working opportunity. This research is aimed at: 1) knowing segmentation of working opportunity based on characteristics sex and education in DIY Province, 2) knowing the differences of segmentation of working opportunity based on characteristics education and administrative region (regency/town) in DIY Province. This research applies ILO (1992) Concept about labor market segmentation that happen because there are the significant differences in wages and in work conditions between sector and sub-sectors. A host of factors limit mobility in a segmented is supply, demand, and unequal access to education and training facilities. For measurement segmentation is uses labor force who are work full time but still seeking for a job (active full employment) or not seeking for a job but they are accepted if there is an offering of job vacancies (passive full employment). This research uses 2003 SUSENAS KOR data, which are related to labor and other supporting data. It is conducted in DIY Province. The data were analyzed quantitatively using Table of Frequency and Crosstab, and test different with One Way Anova. The result of this research show that there are homogeneous of segmentation on the fields, kind of job, and occupation status; based on either sex and education background or education background and regency/town of labor force either active full employment or passive full employment. Labor force either men or women with low education are mostly segmented on agriculture sectors, which rate for woman more than 40 %, and high education are mostly segmented on servant sectors, which rate for active full employment more than 50 %. Fenomena is interesting about there are labors force with high education segmented on unskilled occupations (36,2 %), and labors force with low education are mostly segmented on formal sectors (40,5 %). In Kulon Progo and Gunung Kidul most labors force are segmented on agriculture sectors, in Stet/Ian and Yogyakarta Town most labors force are segmented on servant sectors. Where everYogyakarta Town called as education town, the fact there are few that segmented on skilled occupation, and there are that segmented on unskilled occupation such production worker, transport operator, and hard-labor worker (19,4 %).

Kata Kunci : Segmentasi, full employment aktif, full employment pasif,Segmentation, Aktive full employment, Pasif full employment,Daerah Istimewa Yogyakarta,DIY

  1. S1-2006-150397-Endah_Yuliana-abstract.pdf  
  2. S1-2006-150397-Endah_Yuliana-bibliography.pdf  
  3. S1-2006-150397-Endah_Yuliana-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2006-150397-Endah_Yuliana-title.pdf