Penampilan Morbiditas dan Mortalitas Parinatal Bayi Persalinan Seksio Cesarea di RSUP Dr. Sardito Juli 1989 – Juni 1992
Hariyanta, Dr. R. Suharyono
1993 | Skripsi | S1 KEDOKTERANKarya tulis ilmiah berjudul “Penampilan Morbiditas dan Mortalitas Parinatal Bayi Persalinan Seksio Cesarea” ini dipilih berdasarkan permasalahan bagaimana frekuensi dan distribusi mordibitas dan mortalitas Parinatal bagi persalinan Seetio eesarea di RSUP Dr. Sardjito Juli 1989 - Juni 1992. Manfaat permasalahan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas dari bayi yang dilahirkan. Dalam kurun waktu tiga tahun itu ternyata ditemukan 254 hari, dengan perincian 245 hidup dengan morbiditas dan 9 mati. Berdasarkan indikasi sectio cesarea diaproporsi kepala panggul (DKP) menduduki urutan pertama dengan 73 (29,80%) kasus, disusul plasenta previa totalis 52 kasus (21,22%) dan fetal distress 34 kasus (13,88%). Berdasarkan faktor resiko, kasus terbanyak dijumpai pada umur ibu antara 20-30 dengan 164 kasus. Paritas I dengan 121 kasus. Perawatan masa hamil lebih 4 kali 224 kasus, tinggi badan ibu lebih dari 145 cm 219 kasus, berat badan lahir cukup 190 kasus dan umur kehamilan 37-42 minggu 189 kasus. Asfiksia berat berdasar indikasi sectio cesaria paling banyak ditemukan pada Malposisi, disusul fetal distres dan plasenta previa. Sedangkan berdasarkan faktor resiko paling banyak ditemukan pada golongan umur ibu lebih 30 tahun. Paritas pertama, perawatan masa hamil kurang 4 kali tinggi badan ibu lebih 145 em, berat badan lahir kurang 2500 gram dan umur kehamilan lebih dari 42 minggu. Seeara keseluruhan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persalinan secsio cesarea banyak terjadi pada ibu-ibu dengan resiko tinggi. Untuk itu perlu pengawasan yang ketat terhadap golongan resiko tinggi ini dan pemeriksaan masa hamil yang sering bagi ibu-ibu hamil.
Kata Kunci : sectio cesarea, persalinan, berat badan bayi, umur kehamilan