Laporkan Masalah

PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK DAN ANALISIS EKONOMI PADA PENDIRIAN PABRIK KOMPOR GAS SATU TUNGKU DI YOGYAKARTA

Eko Sulistyowati, Dr.Eng. Ir. M. Arif Wibisono, S.T., M.T. IPM. ASEAN. Eng

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Harga minyak mentah dunia yang berflukstuasi dan cenderung meningkat, bahkan pada tahun 2008 mencapai harga U$ 100 per barrel (1 barrel = 158.987 liter). Melihat kondisi tersebut, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakkan mengenai konversi kompor minyak tanah ke kompor gas pada tanggal 1 September 2006, yaitu dengan Surat Wakil Presiden nomor kebijakkan RI Nomor 20/WP/9/2006 dengan tujuan menghemat anggaran belanja negara. Dengan dikeluarkannya kebijakkan tersebut, maka akan membuka peluang bagi para investor untuk menanamkan modalnya pada industri kompor gas, sebagai salah satu peluang yang terbuka lebar adalah pada pendirian pabrik kompor gas. Namun, proses pendirian pabrik bukan merupakan hal yang sederhana. Diperlukan pemikiran dan pertimbangan yang matang dari berbagai sudut pandang. Beberapa sudut pandang tersebut diantaranya adalah tata letak pabrik (plant lay out) dan analisis kelayakan (feasibility study) pada aspek keuangan pendirian pabrik. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, maka pada tugas akhir ini, dilakukan analisis tata letak pabrik (plant lay out) kompor gas dan analisis kelayakan pabrik kompor gas pada aspek keuangan (financial). Sehingga hasil akhir dari tugas akhir ini berupa tata letak pabrik kompor gas yang optimal serta penilaian kelayakkan pendirian pabrik dari aspek keuangan. Pengolahan data dan proses perhitungan dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel. Sedangkan proses desain dan perancangan layout menggunakan Microsoft Visio 2003. Analisis tata letak dilakukan dengan route sheet, assembly chart, OPC, MPC, FPC, ARC, DBD, dan flow diagram. Untuk dapat mengetahui kelayakkan pendirian pabrik kompor gas, maka dilakukan penilaian kelayakkan proyek terhadap aspek keuangan dengan menggunakan IRR, NPV dan payback period. Kapasitas pada perancangan pabrik ini adalah 1000 unit per shift. Analisis kelayakkan dilakukan pada satu, dua dan tiga shift produksi. Setelah dilakukan analisis dan perhitungan maka dapat diketahui bahwa kebutuhan total luas pabrik kompor gas adalah 6.490 m2 dengan dimensi 110m x 59m, jumlah tenaga kerja langsung yang dibutuhkan adalah 114 orang per shift dan layak untuk didirikan. Adapun kebutuhan investasi awal, profit per tahun, nilai NPV, IRR dan payback period berturut-turut pada satu shift produksi adalah Rp 11.470.112.296; Rp 2.082.932.833; Rp 842.196.439; 19,06 %; dan 4 tahun 6 hari. Pada dua shift produksi adalah Rp 15.217.117.362; Rp 5.159.297.467; Rp 14.069.294.625; 48,91 %; dan 1 tahun 9 bulan. Sedangkan pada tiga shift produksi adalah Rp 18.329.622.427; Rp 8.467.589.842; Rp 29.146.579.562; 62,85 %; 1 tahun 21 hari.

Kata Kunci : kompor gas, tata letak pabrik, analisis kelayakan

  1. S1-FTK-2008-Eko_Sulistyowati-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Eko_Sulistyowati-bibliographytableofcontent.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Eko_Sulistyowati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Eko_Sulistyowati-title.pdf