Taksiran Berat Janin Berdasarkan Rumus Johnson dan Garis Regresi
Nurfatonah, dr. H. Risanto S. ; Dra. E. Sutarti, SU
1994 | Skripsi | S1 KEDOKTERANMengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin merupakan cara diagnosis yang baikuntuk menurunkan kejadian perinatal, dimana pada berat lahir rendah maupun berat lahir yang terlalu besar memerlukan screening faktor resiko agar tercapai hasil kehamilan yang optimal. Diagnosis yang sangat diperlukan adalah pada waktu akan mengalami proses persalinan, dimana Taksiran Berat maupun berat(TBJ)dapat memperkirakan prognosis persalinan prognosis bayi setelah dilahirkan. Memperkirakan janin dapat dilakukan dengan cara moderen maupun sederhana. Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan cara seder~dna yang dapat digunakan yaitu dengan cara memi:ih satu dari dua rumus taksiran berat Janin yang dapat digu~akan ~husus untuk populasi ras Melayu Indonesia, dan dalam hal ini rumus yang diujikan ada!ah formula Johnson yang telah biasa digunakan dan persamaan Regeresi Risanto yang diperkirakan dapat menggantikan rumus Johnson bagi ras Melayu Indonesia. Penelitian ini telah dilakukan terhadap 354 sampel yaitu ibu-ibu hamil yang melah1rkan di kamar bersalin rumah sakit Sardjito Yogyakarta selama masa penelitian berlangsung. Adapun pasien yang dapat dimasukkan kedalam sampel adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut: l)umur kehamilan lebih dari atau sama dengan 37 minggu, (2) bukan kehamilan kembar/gemeli, (3) kehamilan tidak dengan eklamsia atau preeklamsia,(4)1etak memanjang, presentasi kepala,(5) bukan kelahiran dengan sectio cessaria. Penelitian dilakukan secara observasional, dan data dikumpulkan secara primer dan sekunder yaitu dengan mengukur tinggi fundus uteri ibu yang hasilnya digunakan untuk perhitungan taksiran berat janin dan kemudian mencatat berat lahir bayi yang sesungguhnya berdasarkan catatan pada kartu status persalinan atau surat keterangan lahir bayi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa hanya terdapat sedikit perbedaan antara korelasi berat lahir bayi/TBJ Johnson (r= 0,74) dengan korelasi berat lahir bayi/TBJ Regresi (r= 0,76). Sehingga dapat disimpulkan bahwa taksiran berat ja~in dapat dihitung dengan rumus garis regeresi Risanto, tetapi ibu-ibu hamil yang dapat ditentukan TBJnya adalah yang memenuhi kriteria yang normal. Dengan me1ihat hasil dan jalannya penelitian ini, maka perlu kiranya diadakan latihan pengukuran tinggi fundus uteri secara khusus bagi pelayan kesehatan terutama yang akan bertugas di tempat-tempat pe!ayanan kesehatan yang masih sederhana.
Kata Kunci : TFU, TBJ Johnson, TBJ regresi, BBL