Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH POSTUR TANGAN DAN JENIS KELAMIN TERHADAP TINGKAT GETARAN, WAKTU REAKSI PENGEREMAN, DAN KEKUATAN GENGGAM

Dwi Ayu Muliasari, Ir. Andi Rahadiyan Wijayanto, S.T., M.Sc. Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Tata cara dalam dalam memegang kemudi sepeda motor sebenarnya sudah sudah diatur oleh Departemen Perhubungan R.I. DitJen Perhubungan Darat. Karena pegangan kemudi merupakan bagian penting pada sepeda motor yang harus selalu dipegang dengan tangan karena di bagian ini terdapat fungsi operasi, yaitu pengendalian, kopling, menjalankan, mempercepat laju sepeda motor dan pengereman. Selain itu yang perlu diperhatikan, saat mengendarai sepeda motor, tangan kita memegang kemudi yang bergetar (akibat getaran mesin) yang biasa disebut sebagai hand-transmitted vibration sedangkan peralatan yang menjadi sumber getarannya biasadisebut sebagai vibrating hand-held tools. Penggunaan vibrating hand-held tools dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang meliputi meliputi kerusakan pada sistem pembuluh darah, sistem syaraf, serta sistem otot. Gejalanya pada kerusakan sistem syaraf antara lain mati rasa pada jari tangan, jari tangan terasa kaku, dan menurunnya kekuatan genggam tangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh postur tangan dan jenis kelamin terhadap tingkat getaran, waktu reaksi pengereman, serta komponen kekuatan tangan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini empat postur yang berbeda sebagai perlakuan dan jenis kelamin, serta penambahan satu variabel kelima jari yang berbeda untuk pengukuran kekuatan tekan perjari. Keempat postur diperoleh dari hasil survey pendahuluan yang dilakukan terhadap 30 orang pengendara sepeda motor. Subyek untuk pengukuran tingkat getaran terdiri dari 15 orang laki laki dan 14 orang perempuan, sedangkan untuk pengukuran waktu reaksi dan kekuatan genggam terdiri dari 10orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Pemilihan subyek adalah orang yang memiliki latar belakang sebagai pengendara sepeda motor ditunjukkan dengan adanya SIM C, dengan range umur 16–30 tahun. Pengolahan data dilakukan dengan ANOVA 2 arah untuk data tingkat getaran, waktu pengereman, kekuatan genggam dan kekuatan tekan, ANOVA 3 arah untuk kekuatan tekan perjari, serta dibantu dengan software SPSS 12.0. Hasil yang diperoleh dari penelitian menyatakan bahwa dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95%, untuk tingkat getaran hanya jenis kelamin yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat getaran yang diterima, yaitu rata-rata tingkat getaran yang diterima perempuan (5,46 / s 2 m ) lebih besar dibandingkan laki-laki (4,08 / s 2 m ). Untuk waktu pengereman menunjukkan bahwa jenis kelamin dan postur tangan yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap waktu pengereman dengan rata rata waktu pengereman laki-laki (1,39 detik) lebih kecil daripada perempuan (1,78 detik). Sedangkan pengukuran untuk ketiga komponen kekuatan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kekuatan sebelum dengan setelah paparan getaran, dengan rata-rata kekuatan setelah paparan getaran lebih kecil daripada sebelum paparan getaran, hal ini membuktikan bahwa terjadi penurunan kekuatan tangan akibat paparan getaran.

Kata Kunci : Postur, Tingkat Getaran, Waktu Pengereman, Kekuatan Tangan.

  1. S1-FTK-2008-Dwi_Ayu_Muliasari-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Dwi_Ayu_Muliasari-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Dwi_Ayu_Muliasari-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Dwi_Ayu_Muliasari-title.pdf