Laporkan Masalah

USULAN RCM (RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE) PADA PERALATAN UTILITIES KETEL UAP (BOILER) DAN SUBSISTEM MOTOR DIESEL PADA GENERATOR SET (Studi Kasus di RSUP Dr. Sarjidto, Jl. Kesehatan, Sekip, Yogyakarta)

Dimas Kurnia Putra Sulistya Pribadi, Ir. Teguh Pudji Purwanto, MT

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan suatu konsep dasar perawatan terhadap peralatan. RCM diawali dengan perumusan FMEA (Failure Mode Effect Analysis), yang menunjukkan hubungan kualitatif antara kegagalan dengan aktifitas maintenance. Dalam penelitian yang dilakukan di bagian utility RSUP Dr. Sarjidto, peneliti mengevaluasi program RCM pada asset yang ada pada unit utility yaitu boiler dan sub sistem motor diesel pada generator. Obyek penelitian adalah boiler dan sub sistem generator dengan menggunakan konsep RCM (Reliability Centered Maintenance) untuk perawatan boiler dan sub sistem sub sistem motor diesel pada generator sebagai salah satu asset kritis di RSUP Dr. Sarjidto, sehingga diharapkan dapat terbentuk sistem manajemen perawatan yang baik. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap data operasi dan data perawatan asset boiler dan sub sistem sub sistem motor diesel pada generator untuk mengetahui tingkat reliability dan laju kerusakan masing-masing komponen penyusun asset boiler dan sub sistem sub sistem motor diesel pada generator. Penelitian dilakukan dengan menghitung kehandalan untuk mengkaji sejauh mana perawatan yang dilakukan mampu meningkatkan kehandalan dalam rangka memenuhi kebutuhan supply energy. Metode RCM adalah salah satu bentuk manajemen perawatan yang berbasis kepada kehandalan sistem. Oleh karena itu, untuk menentukan kegiatan perawatan dalam RCM, perlu diketahui tingkat kehandalan boiler dan sub sistem generator. Dari analisis kehandalan, pada boiler unit Hoval, yaitu MTBF subsistem pembakaran 25368 jam dan untuk MTBF subsistem air pengumpan 26424 jam. Sedangkan analisis kehandalan dari sub sistem sub sistem motor diesel pada generator belum mengalami kerusakan dari pertama beroperasi hingga mencapai 80 jam operasi. Untuk meningkatkan efisiensi boiler dan subsistem motor diesel generator dilakukan analisa penyebab penurunan efisiensi tersebut. Metode yang dipakai adalah Failure Mode and Efect Analysis (FMEA). Boiler dan Generator merupakan mesin konversi energi yang umum digunakan di industri dimana energi yang dihasilkan nantinya dipakai untuk menjalankan peralatan lain yang mendukung berjalannya proses produksi. Asset boiler dan sub sistem generator tersebut dituntut adanya tingkat kehandalan (reliability) dan keamanan (safety) yang tinggi. Hal ini dapat bisa dicapai dengan membangun sistem manajemen perawatan asset yang berfokus pada peningkatan performansi dan keamanan asset dalam konteks operasinya

Kata Kunci : reliability, RCM, FMEA.

  1. S1-FTK-2008-Dimas_Kurnia_Putra_Sulistya_Pribadi-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Dimas_Kurnia_Putra_Sulistya_Pribadi-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Dimas_Kurnia_Putra_Sulistya_Pribadi-tableof.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Dimas_Kurnia_Putra_Sulistya_Pribadi-title.pdf