ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA OVERHEAD DENGAN METODE VOLUME BASED COSTING, ACTIVITY BASED COSTING, DAN FUZZY ACTIVITY BASED COSTING
Dian Dewi Kartika Wati, Ir. Anna Maria Sri Asih S.T., M.M, M.Sc., Ph.D, IPU., ASEAN Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIDalam dunia industri saat ini, sistem akuntansi yang ada, yaitu Volume Based Costing tetap digunakan sebagai dasar dalam alokasi biaya overhead. Namun, seiring perkembangan teknologi, metode tersebut menjadi tidak relevan karena hanya mendasarkan alokasi pada 1 pemicu seperti jam kerja. Sedangkan dengan perkembangan teknologi membuat berkurangnya penggunaan tenaga kerja sehingga alokasi biaya menjadi tidak akurat lagi. Oleh karena itu, dikembangkan metode baru yang mengalokasikan biaya overhead berdasar multiple driver sesuai dengan aktivitas yang dilakukan selama proses produksi. Metode tersebut adalah Activity Based Costing. Namun, metode baru inipun memiliki kendala dalam penerapannya, yaitu dibutuhkan banyak data secara lengkap sedangkan terkadang perusahaan tidak memiliki sistem pencatatan yang akurat. Lalau muncullah metode untuk menyempurnakannya, yaitu Fuzzy Activity Based Costing yang mengintegrasikan Activity Based Costing dengan konsep logika fuzzy. Metode ini tidak membutuhkan banyak data dalam penerapannya. Namun, yang harus menjadi perhatian adalah tingkat keakurasian dari masing – masing metode. Dalam penelitian ini, penulis membandingkan hasil perhitungan biaya overhead metode VBC, ABC, dan FABC untuk mengetahui metode yang tepat diterapkan pada perusahaan. Perbandingan metode VBC – ABC dilakukan dengan menghitung selisih yang muncul di antara kedua metode. Perbandingan ini hanya dilakukan pada PT Batik Semar. Sedangkan untuk perbandingan metode ABC – VBC pada kedua perusahaan dilakukan dengan melakukan pengujian hipotesis. Pengujian tersebut bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan signifikan atau tidak pada kedua metode tersebut. Dari hasil perhitungan, perbandingan metode VBC – ABC pada PT Batik Semar memberikan hasil perhitungan ABC yang undercosting maupun overcosting terhadap hasil perhitungan VBC. Sedangkan untuk perbandingan metode ABC – FABC pada PT Batik Semar memberi hasil bahwa perhitungan biaya overhead dengan menggunakan kedua metode memberikan hasil yang sama baiknya ketika digunakan karena pada pengujian hipotesis menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil perhitungan kedua metode. Sedangkan perbandingan metode ABC – FABC pada PT ED Alumunium memberikan hasil bahwa sebagian besar produk menolak Ho dengan t hitung jatuh pada daerah kritis sebelah kiri sehingga dapat dikatakan bahwa perhitungan biaya overhead dengan metode ABC memberi hasil yang tidak lebih baik dari metode FABC. Hanya 16 jenis produk dari 73 jenis produk yang menyatakan menerima Ho yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil perhitungan kedua metode tersebut seperti pada PT Batik Semar.
Kata Kunci : Biaya Overhead, Volume Based Costing ( VBC ), Activity Based Costing ( ABC ), Fuzzy Activity Based Costing ( FABC ), perbandingan metode.