Laporkan Masalah

Kajian Kematian Maternal dan Kematian Perinatal Tahun 1995-1996 di RSUD Kodya Yogyakarta

Yuliana Rahmah Retnaningrum, Prof. Dr. Muh. Hakimi, Ph.D

1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Angka Kematian Maternal (AKM) dan Angka Kematian Perinatal (AKP) di Indonesia cukup tinggi dibandingkan negara- negara berkembang lainnya. AKM dan AKP merupakan indikasi mutu pelayanan kebidanan disuatu daerah ataupun rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui AKM dan AKP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di RSUD Kodya Yogyakarta. Penelitian kematian maternal dilakukan secara retrospektif dengan analisis deskriptif, sedangkan penelitian kematian perinatal dilakukan secara cross sectional dengan analisis univariat dan bivariat (Chi Square dan QR/RR). Subyek penelitian adalah ibu hamil dan bersalin beserta bayinya di RSUD Kodya Yogyakarta mulai 1 Januari 1995-31 Desember 1996. Data yang berhasil dikumpulkan sebanyak 1634 persalinan dengan 1 kasus kematian maternal (AKM = 61,2 per 100000 persalinan) dan 51 kasus kematian perinatal (AKP = 31,212 per 1000 kelahiran). Data kematian perinatal dianalisis dengan program SPSS dan Epi Info. Berdasarkan hasil analisis didapatkan ibu berpendidikan rendah mempunyai risiko relatif 2,27 kali, umur kehamilan kurang dari 28 mg, 28-36 mg, dan lebih dari sama dengan 42 mg berturut-turut mempunyai risiko relatif 5,75 kali, 12,10 kali, dan 9,16 kali dibandingkan umur kehamilan 37-41 mg, presentasi janin selain belakang kepala meningkatkan risiko relatif 2,98 kali, berat bayi lahir 1000-2499 mg mempunyai risiko relatif 10,64 kali, persalinan dengan tindakan meningkatkan risiko relatif 2,3 kali, dan nilai Apgar 5 menit 1-6 mempunyai risiko relati£ 506,33 kali lebih tinggi untuk kejadian kematian perinatal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah AKM di RSUD Kodya Yogyakarta selama 2 tahun (1995-1996) relatif rendah yaitu 61,2 per 100000 persalinan. Penyebab kematian ibu adalah perdarahan dan faktor-faktor yang mendukung terjadinya kematian ibu adalah usia ibu lebih dari 35 tahun, pendidikan ibu yang rendah, multigravida, persalinan dengan tindakan, dan adanya komplikasi dalam persalinan. AKP di RSUD Kodya Yogyakarta juga relatif rendah yaitu 31,212 per 1000 kelahiran. Faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kematian perinatal di RSUD Kodya Yogyakarta adalah pendidikan ibu, umur kehamilan, presentasi janin, berat lahir, dan macam persalinan. Nilai Apgar 1 menit dan 5 menit sebagai indikasi asfiksia yang merupakan salah satu morbiditas utama pada masa perinatal juga terbukti berpengaruh terhadap kematian perinatal dalam penelitian ini.

Kata Kunci : Angka Kematian Maternal (AKM), Angka Kematian Perinatal (AKP)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.