Laporkan Masalah

Pertumbuhan Bakteri Limosilactobacillus fermentum BN21 Pada Suhu Dan pH Yang Berbeda Sebagai Kandidat Probiotik

Ahmad Ammar Jiddan, Dr. Ir. Asih Kurniawati, S.Pt., M.Si., IPM.

2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pH dan suhu yang optimal untuk pertumbuhan bakteri Limosilactobacillus fermentum BN21. Penelitian ini dilakukan dengan dua perlakuan, yaitu suhu inkubasi yang berbeda (30°C, 40°C, 50°C, 60°C) dan  pH awal  medium yang berbeda (5, 6, 7, 8). Data yang dikoleksi berupa pH medium akhir fermentasi, optical density pada panjang gelombang 600 nm, konsentrasi asam laktat, dan zona hambat Escherichia coli FNCC0091. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan aplikasi SPSS dengan metode statistik yaitu one-way analysis of variance (ANOVA),  jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa suhu inkubasi memberikan pengaruh yang signifikan (P<0>optical density, konsentrasi asam laktat, dan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan E.coli. pH medium akhir terendah ditunjukkan pada perlakuan suhu 30°C dengan pH akhir yaitu 4,27 +- 0,01. Optical Density  dan konsentrasi asam laktat tertinggi ditunjukkan pada perlakuan suhu 40°C dengan rerata absorbansi 4,68 +- 0,05 dan rerata konsentrasi asam laktat yaitu 15,13 +- 2,6 g/L. Zona hambat terhadap Escherichia coli FNCC0091 paling tinggi ditunjukkan pada perlakuan suhu 30°C dengan rerata 14,04 +- 1,38 mm. Perlakuan pH pada medium memberikan pengaruh yang signifikan (P<0>Escherichia coli  FNCC0091. pH terendah diperoleh pada perlakuan pH 5 dengan rerata pH akhir yaitu 4,08 +- 0,05. Zona hambat  paling tinggi ditunjukkan pada perlakuan pH 5 dengan rerata 15,76 +- 0,78 mm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suhu 40°C dan pH 5 merupakan kondisi terbaik untuk pertumbuhan bakteri Limosilactobacillus fermentum BN21. 

The aim of this research was to determine the optimal pH and temperature for the growth of Limosilactobacillus fermentum BN21 bacteria. The study was conducted with two treatments, i.e., different incubation temperatures (30°C, 40°C, 50°C, 60°C) and varying initial pH levels of the medium (5, 6, 7, 8). The collected data included the final pH of the fermentation medium, optical density at 600 nm wavelength, lactic acid concentration, and the inhibition zone of Escherichia coli FNCC0091. The data were analyzed using SPSS with statistical methods, specifically one-way analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's New Multiple Range Test (DMRT) if significant differences were observed. The results showed that incubation temperature had a significant effect (P<0>Escherichia coli FNCC0091 was recorded at 30°C, with an average of 14.04 +- 1.38 mm. The pH treatment also had a significant effect (P<0>Escherichia coli FNCC0091. The lowest final pH was obtained at pH 5, with an average of 4.08 +- 0.05. The highest inhibition zone was recorded at pH 5, with an average of 15.76 +- 0.78 mm. Based on the results, it can be concluded that the optimal conditions for the growth of Limosilactobacillus fermentum BN21 are at 40°C and a pH of 5.

Kata Kunci : Bakteri asam laktat, Karakterisasi, Limosilactobacillus fermentum, Suhu Inkubasi, pH

  1. S1-2025-478953-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478953-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478953-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478953-title.pdf