Produksi Biomassa dan Kandungan Nutrien Tanaman Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) pada Pertumbuhan Kembali (Regrowth) Ke-2 dengan Level Pupuk Urea Berbeda
Rhesia Allya Pramesthi, Ir. Yogi Sidik Prasojo, S.Pt., M.Agr., Ph.D., IPP
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Indonesia memiliki beragam tanaman kacang lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai hijauan pakan ternak, salah satunya yaitu tanaman kacang koro pedang (Canavalia ensiformis). Tanaman kacang koro pedang belum banyak dimanfaatkan oleh peternak dikarenakan terbatasnya informasi mengenai budidaya dan pertumbuhan kacang koro pedang sebagai pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk urea dengan level yang berbeda terhadap produksi biomassa dan kandungan nutrien hijauan tanaman kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) pada fase pertumbuhan kembali (regrowth) kedua atau panen ketiga. Penelitian dilaksanakan di Blora, Jawa Tengah dengan tipe tanah aluvial pada bulan Februari sampai dengan Juni 2024. Metode eksperimen yang digunakan yaitu RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan menggunakan 3 perlakuan pemberian dosis pupuk urea, yaitu 300 kg/ha, 150 kg/ha, dan tanpa pupuk, sebagai kontrol. Variabel yang diamati yaitu produksi biomassa yang meliputi berat segar dan berat kering, kandungan nutrien yang meliputi protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan bahan organik, serta TDN dan BETN. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk urea meningkatkan berat segar dan bahan kering, tetapi perbedaan antar perlakuan tidak signifikan (P>0,05). Kandungan protein kasar meningkat secara signifikan (P<0>Canavalia ensiformis.
Indonesia has various
types of local bean plants that have the potential to be developed as forage
for animal feed, one of which is the jack bean plant (Canavalia ensiformis).
However, jack bean plants are under utilised by farmers due to the lack of
information on the cultivation and growth of jack beans as animal feed. This
study aims to determine the effect of urea fertiliser application with
different levels of application on biomass production and forage nutrient
content of jack bean (Canavalia ensiformis) in the second regrowth phase
or third harvest of jack bean. This research was conducted in Blora, Central
Java with alluvial soil type from February to June 2024. The method used was
the (Randomised Completely Block Design)
experimental method using 3 treatments of urea fertiliser doses, namely 300
kg/ha, 150 kg/ha, and no fertiliser, as a control. The parameters observed were
biomass production including fresh weight and total dry weight, nutrient
content including crude protein, crude fibre, crude fat, and ash content , as
well as TDN and BETN. Furthermore, the observation data were analysed using
ANOVA variance analysis and continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at
95% confidence interval. The results showed that the application of urea
fertiliser increased the fresh weight and total dry matter of plants, but the
difference between treatments was not significant (P>0.05). Crude protein
content increased significantly (P<0>Canavalia
ensiformis plants.
Kata Kunci : Kandungan nutrien, Koro pedang, Level pupuk urea, Produksi biomassa, Regrowth ke-2