EVALUASI MANAJEMEN PERAWATAN DENGAN INDIKATOR RELIABILITY DAN OPERATIONAL AVAILABILITY PADA LINI PRODUKSI PEMBOTOLAN (Studi kasus di P.T. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA - CENTRAL JAVA)
Dadang Suhirman, Prof. Ir. Jamasri, Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIFungsi penting manajeman perawatan terhadap aset-aset produksi adalah untuk memastikan kehandalan (reliability) sistem untuk beroperasi dalam interval waktu tertentu tanpa mengalami kegagalan (failure), menjamin ketersediaan (availability) sistem untuk beroperasi dalam waktu yang ditentukan, serta memastikan bahwa suatu sistem dapat kembali beroperasi setelah terjadinya kegagalan. Dengan kata lain, manajemen perawatan bertanggungjawab untuk meningkatkan reliability dan availability sistem serta mengurangi frekuensi dan durasi dari setiap downtime yang terjadi. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi manajemen perawatan di P.T. Coca-Cola Bottling Indonesia, Central Java (PT. CCBI Central Java) dengan reliability dan operational availability sebagai indikator kinerja manajemen perawatan. Penulis juga melakukan root cause analysis menggunakan metode 5 why analysis untuk memberikan rekomendasi terhadap manajemen perawatan untuk meningkatkan kinerja dalam menjamin reliability dan availability lini produksi perusahaan. Penelitian ini menemukan bahwa reliability sistem pada lini produksi pembotolan Line 8 PT. CCBI Central Java adalah sebesar 0,1035 atau 10,35% setelah dioperasikan selama 1 shift produksi (8 jam). Sementara, operational availability lini pembotolan Line 8 adalah 0,7914 atau 79.14 % yang berarti bahwa operational availability belum mencapai world class standard yaitu sebesar 90%. Berdasarkan perhitungan reliability dan operational availability, aset produksi atau subsistem yang mempunyai reliability maupun operational availability terendah yaitu: Filler, EBI , Conveyor, Uncaser, dan Caser. Penulis kemudian melakukan analisis mode dan efek kegagalan (failure modes and effects analysis/FMEA) terhadap lima aset produksi tersebut dan menemukan bahwa permasalahan setting menjadi mode kegagalan yang sering terjadi dan menyebabkan downtime pada lini produksi pembotolan di PT. CCBI Central Java
Kata Kunci : Reliability, Operational availability, Downtime, Failure Modes and Effect Analysis, 5Why Analysis