Laporkan Masalah

KEMAMPUAN AKSES DAN PRODUKSI KATA SERTA RELEVANSI KOMUNIKASI PADA PENYANDANG DEMENSIA ALZHEIMER: KAJIAN NEUROLINGUISTIK

Nikmatus Sholikhah, Drs. Tatang Hariri, M.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Alzheimer merupakan salah satu penyakit neurodegenaratif yang tidak hanya menyebabkan penurunan daya ingat, tetapi juga berdampak pada terjadinya gangguan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bahasa terkait proses akses dan produksi kata (proses leksikal) serta relevansi komunikasi pada penyandang demensia Alzheimer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kasus terhadap seorang lansia Alzheimer berinisial KH yang tinggal di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Potroyudan Jepara sebagai sumber data. Data tuturan bahasa KH dikumpulkan melalui tugas penamaan gambar untuk menguji proses akses dan produksi kata serta wawancara untuk menguji kemampuan  relevansi komunikasi. Analisis terhadap data tersebut dilakukan melalui bantuan teori gangguan proses leksikal oleh Marshall dan teori relevansi komunikasi oleh Sperber dan Wilson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akses dan produksi kata serta relevansi komunikasi KH mengalami penurunan akibat Alzheimer. Gangguan akses dan produksi kata ditunjukkan dengan adanya kesalahan semantik, fonologi, dan verbal paraphasia yang masing-masing dari kesalahan tersebut merepresentasikan gangguan pada tahap representasi semantik, representasi fonologi, dan konseptual semantik saat KH mencoba untuk me-recall konsep kata dalam melakukan penamaan gambar. Dari perspektif teori neurologi, gangguan proses leksikal itu diindikasikan berkaitan dengan beberapa area otak seperti gyrus temproral posterior tengah, posterior inforior, dan Broca yang mengalami disfungsi akibat Alzheimer. Selain itu, KH juga mengalami penurunan tingkat relevansi komunikasi terutama saat membicarakan topik mengenai memori episodik. Sementara pada komunikasi mengenai topik memori prosedural, kemampuan relevansi komunikasi KH masih baik dengan bantuan gerakan nonverbal untuk menyampaikan maksud yang ingin dituturkan. Perbedaan tingkat relevansi komunikasi pada memori episodik dan prosedural dikarenakan Alzheimer lebih menyerang area hipokampus sebagai daerah otak yang bertugas untuk memproses memori episodik dibandingkan daerah ganglia basal yang bertanggung jawab atas memori prosedural.

Alzheimer is a neurodegenerative disease that not only causes memory loss, but also has an impact on language impairment. This study aims to analyse the language ability that related to retrieve and production words (lexical processes) and communication relevance in individual with Alzheimer’s dementia. This research uses a descriptive qualitative method through case study of an elderly Alzheimer with the initials KH who lives in Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Potroyudan Jepara as the data source. KH’s language utterance data in this study is collected through picture naming test to analyse the retrieve and production words processing and interview to analyse the communication relevance ability. Then, the data is analysed with the help of lexical process interference theory by Marshall and communication relevance theory by  Sperber and Wilson. The result shows that KH’s retrieve and production words processing ability and communication relevance have decreased due to Alzheimer’s disease. Retrieve and production words processing impairment is showed by the presence of semantic, phonological, and verbal paraphasia errors, each of which represents impairment at the semantic representation, phonological representation, and semantic conceptual stages when KH attempts to recall word concepts in naming picture. From neurological theory perspective, the impaired of retrieve and production words processing is indicated to be related to several brain areas such as the middle posterior temporal, posterior inferior, and broca’s gyrus that are experiencing dysfunction due to Alzheimer’s disease. In addition, KH also experienced decrease in the level of relevance communication especially when talking topics regarding episodic memory. While in communication relevance on the topic of procedural memory, KH’s communication relevance ability is still good with the help of nonverbal gestures to convey the meaning that she wanted to speak. The difference in the level of communication relevance in episodic and procedural memory is because Alzheimer’s effect to hippocampus as brain area in charge of processing episodic memory compared to the basal ganglia area which is responsible for procedural memory.

Kata Kunci : Alzheimer, Proses akses dan produksi kata, penamaan gambar, relevansi komunikasi, memori episodik, dan memori prosedural

  1. S2-2025-525497-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525497-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525497-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525497-title.pdf