Laporkan Masalah

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METODE LOT SIZING HEURISTIC SILVER-MEAL DAN WAGNER WHITIN DALAM MENGATASI NERVOUSNESS PADA TAHAP PERENCANAAN PRODUKSI (Studi Kasus di PT. Matsushita Lightings Indonesia)

Budi Hermawan, Prof. Ir. Samsul Kamal, M.Sc., Ph.D

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Penelitian ini melakukan analisis perbandingan efektivitas metode lot sizing Heuristic Silver-Meal dan Wagner Whitin dalam mengatasi nervousness pada tahap perencanaan produksi di PT. Matsushita Lightings Indonesia. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas metode lot sizing dalam menurunkan tingkat nervousness yang terjadi dalam penjadwalan produksi dan besar reduksi total biaya persediaan yang dihasilkan. Untuk mengukur tingkat efektivitas metode lot sizing, maka dilakukan perhitungan lot sizing Heuristic Silver-Meal dan Wagner Whitin pada 5 jenis produk perusahaan yang dipasarkan untuk kawasan Amerika Utara. Semua data produksi dan penjualan yang ada kemudian dihitung tingkat parameter error terhadap data aktual untuk mengetahui tingkat nervousness yang terjadi, Data produksi dan penjualan yang digunakan untuk analisis adalah data tahun 2007. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan tingkat efektivitas yang dihasilkan dari kedua metode lot sizing pada lima produk tersebut, sehingga diketahui pengaruh pola data terhadap tingkat efektivitas metode lot sizing. Efektif berarti menghasilkan biaya total (biaya persediaan dan pemesanan) paling kecil dan penurunan tingkat nervousness paling besar. Pengukuran tingkat nervousness yang dilakukan berdasarkan parameter error (MAD, MSE, dan MAPE). Metode lot sizing yang memberikan hasil terbaik selanjutnya digunakan untuk melakukan perencanaan produksi tahun 2008. Data permintaan tahun 2008 diperoleh dari hasil peramalan berdasarkan data tahun 2005-2007. Metode peramalan yang digunakan sebagai perbandingan adalah metode trend linear dan dekomposisi. Untuk mencari tahu metode peramalan yang memberikan hasil prediksi terbaik, maka dilakukan cross validation dengan cara melakukan peramalan tahun 2007 berdasarkan data tahun 2005-2006 yang kemudian dilihat tingkat keakuratannya berdasarkan parameter error (MAD, MSE, dan MAPE) dan peta kontrol tracking signal. Dari analisis hasil perhitungan, diketahui bahwa tingkat efektivitas metode lot sizing sangat dipengaruhi faktor penggunaan metode peramalan yang tepat dan faktor biaya, baik biaya persediaan maupun biaya pemesanan. Secara keseluruhan metode lot sizing Wagner Whitin memberikan hasil terbaik dibandingkan Heuristic Silver-Meal pada semua produk karena memberikan biaya total yang paling kecil dan penurunan tingkat nervousness yang paling besar. Untuk hasil peramalan permintaan produk, metode dekomposisi memberikan hasil yang lebih baik karena memiliki nilai parameter error yang lebih kecil daripada metode trend linear dan memiliki nilai-nilai tracking signal yang dapat diterima. Oleh karena itu, dipilih metode lot sizing Wagner Whitin dan metode peramalan dekomposisi untuk melakukan perencanaan permintaan tahun 2008.

Kata Kunci : METODE LOT SIZING HEURISTIC SILVER-MEAL

  1. S1-FTK-2008-Budi_Hermawan-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Budi_Hermawan-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Budi_Hermawan-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Budi_Hermawan-title.pdf