Laporkan Masalah

PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIK PADA MODEL EOQ PROBABILISTIC DALAM MENENTUKAN ORDER QUANTITY DAN REORDER POINT UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA INVENTORY (Studi kasus di ATMI Surakarta dan PT. Putro Kinasih, Surakarta)

Bernadus Hernawan Rahanto, Ir. Anna Maria Sri Asih S.T., M.M, M.Sc., Ph.D, IPM., ASEAN Eng

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Dewasa ini perkembangan dunia industri semakin maju, hal itu terbukti dengan banyaknya industri-industri baru yang mengelola berbagai macam produk. Perusahaan mengadakan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mengadakan kegiatan produksi harus ada bahan baku. Oleh karena itu di dalam dunia usaha masalah bahan baku merupakan masalah yang sangat penting. Agar jangan sampai terjadi keterlambatan bahan baku, maka harus diadakan penentuan persediaan bahan baku secara baik. Persediaan bahan baku sebagai kekayaan perusahaan memiliki peranan penting di dalam operasi bisnis dalam pabrik. Bahan baku merupakan faktor utama di dalam perusahaan untuk menunjang kelancaran proses produksi. Model EOQ (Economical Order Quantity) merupakan salah satu model yang paling sering digunakan untuk mengetahui jumlah persediaan bahan baku paling optimal yaitu menentukan jumlah pemesanan (order quantity) serta waktu pemesanan (reorder point) untuk meminimumkan biaya persediaan (Total Inventory Cost – TIC). Algoritma genetik sebagai algoritma untuk optimasi diterapkan pada model EOQ probabilistic untuk mencari nilai optimal inventory. Penerapan algoritma genetik dalam model EOQ probabilistic dibandingkan dengan model EOQ probabilistic itu sendiri. Dan hasilnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan baik dalam hal order quantity, reorder point maupun total biaya inventory.

Kata Kunci : ALGORITMA GENETIK

  1. S1-FTK-2008-Bernadus_Hernawan_Rahanto-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Bernadus_Hernawan_Rahanto-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Bernadus_Hernawan_Rahanto-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Bernadus_Hernawan_Rahanto-title.pdf