Laporkan Masalah

Faktor-Faktor Risiko ISPA (Pada Anak Rawat Inap di UPA RSUP DR.Sardjito)

Rita Cempaka Sulistyaningsih, Dr.Hadianto Ismangoen DSA

1993 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Upaya penanggulangan ISPA pada anak tidaklah sesederhana seperti penanggulangan diare. Bahwa ISPA adalah penyakit yang sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi dapat mendatangkan kematian bila didukung keadaan- keadaan yang kurang menguntungkan. Dengan demikian upaya pencegahan adalah hal yang terpilih yang sangat penting dan harus dilakukan. Dalam hal ini perlu pengamatan terhadap faktor-faktor yang mungkin dapat dan ikut serta pada terjadinya ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara beberapa faktor risiko ISPA terhadap kejadian ISPA pada anak. Telah diadakan penelitian studi kasus kontrol dengan ubyek anak rawat inap di UPA RSUP Dr. Sardjito yang dirawat dari 1 Januari sampai 30 April 1991. Diperoleh 254 subyek yang memenuhi kriteria, yang terdiri dari 127 ISPA dan 127 bukan ISPA. Digunakan uji 'Chi-square' dan 'Odds Ratio' untuk uji kemaknaan dan untuk mengetahui besar hubungan faktor risiko terhadap kejadian ISPA. Hasil penelitian didapatkan kasus ISPA usia Balita 48(18,90%), di atas 5 tahun 79(31,10%), bukan ISPA usia Balita 42(16,53%), di atas 5 tahun 85(33,47%), p>0,05, OR=l,23. Kasus ISPA, laki-laki 69(27,17%), perempuan 58(22,83%), bukan ISPA laki-laki 60(23,62%), perempuan 67(26,38%), p>O,05, OR=1,33. Kasus ISPA, gizi baik atau lebih 107(42,13%), gizi kurang atau buruk 20(7,87%), bukan ISPA gizi baik atau lebih 107(42,13%), gizi kurang atau buruk 20(7,87%),p>0,05, OR=l,OO. Kasus ISPA, pendidikan ayah SMP ke bawah 32(12,60%), pendidikan ayah di at as SMP 95(37,40%), bukan ISPA pendidikan ayah SMP ke bawah 26(10,24%), pendidikan ayah di atas SMP 101(39,76%), p>0,05, OR=1,31. Kasus ISPA, pendidikan ibu SMP ke bawah 46(18,11%), pendidikan ibu di atas SMP 81(31,89%), bukan ISPA pendidikan ibu SMP ke bawah 47(18,50%), pendidikan ibu di at as SMP 80(31,50%),p>0,05, OR=O,97. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kejadian ISPA dan bukan ISPA berdasarkan usia anak, jenis kelamin, status gizi, pendidikan ayah, dan pendidikan ibu. Namun berdasarkan nilai 'Odds Ratio' diperoleh anak usia Balita mempunyai risiko menderita ISPA 1,23 kali lebih besar dibandingkan usia di at as 5 tahun, anak laki-laki mempunyai risiko 1,33 kali lebih besar dibandingkan anak perempuan, anak dengan ayah berpendidikan SMP ke bawah mempunyai risiko 1,31 kali lebih besar dibandingkan anak dengan ayah berpendidikan di atas SMP.

Kata Kunci : ISPA, penanggulangan diare, RSUP Dr. Sardjito


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.