Laporkan Masalah

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN EARNED VALUE ANALYSIS DAN VARIANCE ANALYSIS UNTUK KONTROL PROYEK (STUDI KASUS PROYEK WIC RIAU-BANDUNG)

Andri Kristianto, Ir. Andi Rahadiyan Wijayanto, S.T., M.Sc. Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Industri konstruksi di Indonesia sedang menghadapi tantangan yang cukup berat sejalan dengan booming konstruksi infrastruktur Indonesia pada tahun 2008 dan dibukanya pasar global yang ditandai dengan diberlakukannya AFTA (Asean Free Trade Area) pada tahun 2007. Dengan demikian, para pelaku konstruksi Indonesia dituntut siap bukan hanya dari segi sertifikasi, tetapi juga dari segi teknis, termasuk di dalamnya kemampuan mengelola proyek dengan baik. Dengan demikian diperlukan adanya tool kontrol proyek yang tepat sesuai dengan karakteristik pekerjaan yang dilakukan. Earned Value Analysis (EVA) merupakan metode yang sangat luas penerapannya di dunia. Setelah penggunaannya di negara – negara berkembang sebagai tool kontrol proyek – proyek akuisisi pemerintah, keberadaan metode ini menjadi sangat penting dalam dunia manajemen proyek. Pada penelitian kali ini penulis menggunakan metode EVA untuk dibandingkan dengan metode Variance Analysis (VA) karena metode VA adalah metode yang sangat simple serta mudah dianalisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan metode EVA dan VA saat diaplikasikan pada kontrol proyek WIC Riau-Bandung serta mengetahui metode yang lebih baik di antara keduanya saat diaplikasikan untuk kontrol proyek tersebut dengan bantuan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilakukan dengan cara mengaplikasikan kedua metode pada progress report proyek yang telah selesai dilakukan. Proyek yang digunakan untuk penelitian kali ini adalah proyek WIC Riau-Bandung yang masih memasukkan nilai profit perusahaan pada pengembangan estimasi biayanya. Hasil interpretasi serta hasil peramalan kedua metode tersebut kemudian dibandingkan dengan keadaan sebenarnya. Kelebihan dan kekurangan kedua metode dianalisis dengan dasar biaya, jadwal, serta perubahan nilai estimasi biaya dengan mengeluarkan nilai profit perusahaan dari estimasi biaya. Kemampuan kedua metode untuk meramalkan kondisi akhir proyek juga dibandingkan dengan outcome proyek untuk menentukan metode yang dapat meramalkan kondisi akhir proyek dengan lebih tepat. Pemilihan metode yang lebih baik dilakukan dengan metode AHP dengan menggunakan tiga kriteria, yaitu integrasi biaya dan jadwal, waktu pengerjaan, serta kemampuan peramalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode memiliki perilaku yang sama terhadap perubahan estimasi biaya proyek. Nilai performansi biaya kedua metode sensitif terhadap perubahan estimasi biaya proyek sementara performansi jadwal kedua metode tidak terlalu terpengaruh perubahan nilai estimasi biaya proyek. Peramalan biaya akhir proyek dan waktu selesainya proyek dengan menggunakan metode VA untuk proyek WIC Riau-Bandung lebih mendekati nilai sebenarnya jika dibandingkan dengan metode EVA. Hasil perhitungan AHP menunjukkan metode EVA lebih tepat diaplikasikan pada kontrol proyek WIC Riau-Bandung.

Kata Kunci : PENGGUNAAN EARNED VALUE

  1. S1-FTK-2008-Andri_Kristianto-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Andri_Kristianto-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Andri_Kristianto-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Andri_Kristianto-title.pdf