Depression as a Mediator Between Smoking Behaviour and Suicidal Ideation Amongst Indonesian University Students
Imelda Puspadewi Hamzah, Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Isu bunuh diri di kalangan dewasa muda merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak, terutama di kalangan mahasiswa yang harus menghadapi tekanan akademis, tantangan sosial, dan perubahan gaya hidup. Merokok kerap digunakan sebagai strategi koping untuk stres atau masalah kesehatan mental, namun kaitannya dengan ideasi bunuh diri diperluas dengan peran depresi di Indonesia masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran depresi sebagai mediator dalam hubungan perilaku merokok dan ideasi bunuh diri di kalangan mahasiswa Indonesia yang berumur 18 hingga 24 tahun. Penelitian ini melibatkan 132 partisipan yang menyelesaikan kuesioner survei daring yang berisi skala Glover-Nilsson Smoking Behavior Questionnaire, Patient Health Questionnaire-9, dan Suicidal Ideation Scale. Analisis mediasi sederhana mengungkap bahwa tidak terdapat efek langsung antara perilaku merokok dan ide bunuh diri (? = 0.143, p > 0.05) namun terdapat efek tidak langsung signifikan antara perilaku merokok dan ide bunuh diri melalui depresi (? = 0.347, p < .001). Perilaku merokok secara signifikan berhubungan dengan meningkatnya gejala depresi (rs = 0.501, p < .001), yang kemudian secara signifikan berhubungan dengan tingkat ideasi bunuh diri yang lebih tinggi(rs = 0.625, p < .001). Temuan ini menandakan pentingnya penanganan perilaku merokok pada mahasiswa karena dapat terkait dengan ide bunuh diri dan kesehatan mental, dan pentingnya mengintegrasikan skrining kesehatan mental dalam program-program berhenti merokok.
Suicide among young adults is a pressing public health concern, particularly among university students who must deal with academic pressure, social challenges, and lifestyle changes. Smoking is often used as a coping strategy for stress or mental health challenges, yet its link to suicidal ideation with the interplay of depression remains underexplored in Indonesia. With that being said, this study aims to investigate the mediating role of depression on the relationship between smoking behaviour and suicidal ideation amongst Indonesian university students aged 18 to 24. This study involved 132 participants who completed an online survey questionnaire comprising of the Glover-Nilsson Smoking Behaviour Questionnaire, Patient Health Questionnaire-9, and Suicidal Ideation Scale. Simple mediation analysis revealed that there is no significant direct effect between smoking behaviour and suicidal ideation (? = 0.143, p > 0.05) though there is significant indirect effect between smoking behaviour and suicidal ideation through depression (? = 0.347, p < .001). Smoking behaviour is significantly associated with increased depressive symptoms (rs = 0.501, p < .001), which, in turn, are significantly linked to higher suicidal ideation (rs = 0.625, p < .001). These findings demonstrates the importance of addressing smoking behaviour in university students as it related to suicidal ideation and mental health, and integrating mental health screening in smoking cessation programs.
Kata Kunci : depresi, ideasi bunuh diri, mahasiswa, mediasi, perilaku merokok