Laporkan Masalah

Optimasi Alokasi Asuransi Aset Milik Daerah dalam Pembiayaan Risiko Bencana

Devi Atirotun Muthohharoh, Danang Teguh Qoyyimi, M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | S1 ILMU AKTUARIA

Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, yang menjadikannya sebagai negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi. Beberapa gempa besar yang pernah terjadi telah menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Untuk mengurangi potensi kerugian di masa depan, diperlukan pembentukan strategi pembiayaan risiko bencana Disaster Risk Financing Strategy. Salah satu sumber kerugian terbesar berasal dari kerusakan Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Milik Daerah (BMD), sehingga perlindungan terhadap aset-aset tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya mitigasi bencana. Dalam strategi pembiayaan risiko bencana, kombinasi kebijakan dan instrumen pembiayaan menjadi prinsip utama yang diterapkan, mengingat satu instrumen saja tidak mampu menjadi solusi bagi berbagai lapisan kerugian akibat bencana. Kombinasi antara mekanisme retensi risiko dan transfer risiko menjadi pendekatan yang efektif untuk mengurangi beban risiko yang ditanggung pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari optimasi alokasi dana antara pemerintah dan asuransi guna meminimalkan total risiko dari perspektif pemerintah. Risiko yang diminimalkan dalam penelitian ini diukur menggunakan ukuran risiko Value at Risk (VaR). Hasil dari penelitian ini berupa besaran alokasi retensi dan premi asuransi yang merupakan solusi optimal dalam pembiayaan risiko bencana. Nilai alokasi optimal yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh distribusi data kerugian, estimasi parameter data kerugian, tingkat signifikansi, dan risk loading factor. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pemerintah dalam melakukan kajian serta menentukan strategi alokasi asuransi yang optimal dengan mempertimbangkan faktor risiko.

Indonesia is located at the convergence of three major tectonic plates, making it highly vulnerable to earthquakes. Several major earthquakes have caused significant economic losses in the past. To mitigate potential future losses, the development of a Disaster Risk Financing Strategy is essential. One of the largest sources of loss comes from damage to State-Owned Assets (BMN) and Regional-Owned Assets (BMD), making their protection a key government priority in disaster mitigation efforts. In disaster risk financing, a combination of policies and financial instruments is a fundamental principle, as no single instrument can serve as a solution for all layers of disaster-related losses. A combination of risk retention and risk transfer mechanisms serves as an effective approach to reducing the financial burden on the government. This study aims to optimize the allocation of funds between the government and insurance providers to minimize the total risk from the government's perspective. The risk to be minimized in this study is measured using the Value at Risk (VaR) metric. The results of this study are the allocation amounts of retention and insurance premium, which represent the optimal solution in disaster risk financing. The optimal allocation values are significantly influenced by loss data distribution, parameter estimation, significance level, and risk loading factor. This study provides practical guidance for the government in conducting assessments and determining optimal insurance allocation strategies while considering risk factors.

Kata Kunci : Pembiayaan Risiko Bencana, Asuransi, Value at Risk (VaR), Retensi Risiko, Transfer Risiko

  1. S1-2025-475301-abstract.pdf  
  2. S1-2025-475301-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-475301-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-475301-title.pdf