Laporkan Masalah

Partisipasi kepala keluarga dan perempuan dalam pembangunan desa : Kasus di esa Kabekelan kecamatan Prembun desa Balingasal dan Kaligubug kecamatan Padureso

Estri Pertiwi Kusumawardani, Drs. M. Baiquni, M.A.

2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini mengambil judul Partisipasi Masyarakat da1am Perencanaan Pembangunan Desa Kasus di Desa Kabekelan Kecamatan Prembun, Desa Balingasal dan Kaligubug Kecamatan Padureso Kahupaten Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui laktor apa yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat, kedua untuk mengetahui keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan, ketiga untuk mengetahui laktor sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di daerah penelitian, keempat untuk mengetahu bagaimana faktor-faktor lokasi wilayah terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan tujuan kelima untuk mengetahui perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan di ketiga desa sampel. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode survei. Metode pengumpulan datanya dengan menggunakan metode kuesioner. Jumlah sampel yang diambil adalah 30 responden kepala keluarga dan 30 responden perempuan untuk masing-masing desa. Teknik analisa yang digunakan adalah analisa statistik dengan perhitungan korelasi spearman, regresi ordinal, oneway anova dan tabel silang serta menggunakan analisa deskriptif untuk menjelaskan lenomena¬fenomena dan permasalahan yang dikaji di daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisa dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara faktor keikutsertaan dalam kelembagaan dengan tingkat partisipasi kepala keluarga di Desa Kabekelan. Tidak terdapat hubungan sama sekali antara pendidikan, pendapatan, jumlah tanggungan, jumlah anggota keluarga yang bekerja dan keikutsertaan dalam kelembagaan dengan tingkat partisipasi kepala keluarga di Desa Balingasal. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan tingkat partisipasi Kepala keluarga Desa Kaligubug. Terdapat hubungan antara faktor pendidikan, pendapatan dan keikutsertaan dalam kelembagaan dengan tingkat partisipasi perempuan di Desa Kabekelan. Terdapat hubungan antara pendidikan dan keikutsertaan dalam kelembagaan dengan tingkat partisipasi perempuan di Desa Balingasal. Terdapat hubungan antara keikutsertaan dalam kelembagaan dengan tingkat partisipasi perempuan di Desa Kaligubug. Faktor sosial ekonomi seperti pendidikan, pendapatan, jumlah tanggungan, jumlah anggota rumah tangga yang bekerja dan keikutsertaan masyarakat dalam kelembagaan secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat partisipasi kepala keluarga dan perempuan di daerah penelitian, akan tetapi tidak dapat diketahui raktor apa yang paling berpengaruh. Aksesibilitas wilayah tidak mempengaruhi partisipasi masyarakat di Desa Kabekelan, Balingasal dan Kaligubug. Berdasarkan hasil analisa juga diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di ketiga desa sampel, karena partisipasi didasari oleh semanat gotong royong.

This study entitled Community participation in village development planning, case in Kabekelan village, Prembun district, Balingasal and Kalgubug villages of Padureso district, Kebumen regency. This study aimed to identify factor influencing community participation level; second, to identify women participation in development process; third, to identify social economic factors most influencing community participation in development planning; forth, to I investigate influence of local factor on community participation in development; and fifth, to investigate the difference on community participation in development in the three sampled villages. Study method used survey method. Data was collected using questionnaire. Sample taken was 30 respondents of household head and 30 respondents of women in each village. Analytical technique used statistic analysis of Spearman correlation, ordinal regression, one-way anova, cross tab, and descriptive analysis to explain phenomena and problem studied. Based on analytical result, it can be concluded that there is a relationship between participation factor in institution and participation level household head in Kabekelan village. There is no same association between education, income, amount of dependent person, amount of family member working, and participation in institution with participation level of household head in Balingasal village. There is association between education and income levels with participation of household head in Kaligubug village. There is association between education, income and participation in institution with women participation level in Kabekelan village. There is association between education and participation in institution with women participation level in Balingasal village. There is association between involvement in institution with women participation level in Kaligubug village. Social economic factors such as education, income, amount dependent person, amount of' l'am ily member working, and participation in institution influence head of household and women participation level in study areas, but it cannot he know what Cactor most influencing. Area accessibility has no influence on community participation in Kabekelan, Balingasal and Kaligubug villages. Finally, there is no difference of community participation level in the three villages, because participation is based on the spirit of working together.

Kata Kunci : Pembangunan desa,Partisipasi perempuan,Prembun,Padureso,Kebumen,Jawa Tengah

  1. S1-2004-130773-Estri_Pertiwi_Kusumawardani-abstract.pdf  
  2. S1-2004-130773-Estri_Pertiwi_Kusumawardani-bibliography.pdf  
  3. S1-2004-130773-Estri_Pertiwi_Kusumawardani-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2004-130773-Estri_Pertiwi_Kusumawardani-title.pdf