Kondisi lingkungan fisik rumah dan hubungannya dengan penderita penyakit demam berdarah di kec. Pasar Minggu Jakarta Selatan
Elinda Petrisia, Dra. Dewi Galuh C.K., M.Sc.Ph.D.
2004 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANWabah Demam Berdarah di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus dicermati karena menimbulkan banyak korban jiwa. Wabah pertarna kali terjadi di Surabaya dan Jakarta pada tahun 1968, penyakit tersebut semakin lama semakin meluas dengan jumlah penderita yang semakin bertambah dan tahun ke tahun Kasus di Kelurahan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan yang pada tahun 2004 ini memiliki jumlah korban yang tidak sedikit yaitu 112 penderita/kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan fisik rumah penderita dan non pendenta demam berdarah sena untuk dapat mengetahui hubungan antara penderita dan non penderita dengan lingkungan fisik rumah di daerah penelitian. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Metode pengambilan lokasi penelitian menggunakan teknik purposive Sampling, Data yang dipakai ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari lapangan melalui teknik wawancara dengan menggunakan kuisioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah. Populasi dalam penelitian ini adalah banyaknya rumah yang anggota keluarganya pernah menderita Demam Berdarah dan yang tidak pernah menderita Demam Berdarah, Besarnya sampel masing-masing 20 rumah untuk rumah yang anggota keluarganya pernah menderita Demam Berdarah dan 20 rumah yang tidak pernah menderita Demam Berdarah, sampel ini diambil secara random. Teknik analisa yang dipakai berupa analisa deskriptif dan statistik. Analisa statisiik dilakukan dengan menggunakan metode crostabs, t-test dan chi-square. Disamping itu dicari nilai BRI, HRI, HI, CI dan BI untuk mengetahui tingkat resiko lingkungan yang rawan perkembangbiakan jentik nyamuk serta untuk mengetahui tingkat kebersihan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek pencahayaan, kerapatan rumah dan jumlah jendela serta disposable sites, memiliki pengaruh yang besar dibandingkan faktor lain dalam hal pengaruh rerhadap penderita demam berdarah. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa rumah penderita rata-rata memiliki tingkat kebersihan yang lebih rendah dibandingkan rumah non penderita, sedangkan untuk tingkat resiko kerawanan perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti lebih banyak ditemukan di rumah non penderita.
Bloody Fever epidemic in Indonesia is still a societal health problem, which has to consider because ii results many victims. The first epidemic happened in Surabaya and Jakarta in 1968, this disease was getting wider with more infected people from year to year. The case in Pasar Minggu Village of Pasar Minggu Municipal. South Jakarta in 2004 had many victims of 112 infected people cases. The aim of this study was to find ow the physical environment condition of the infected houses and non-infected houses and to find our the relation among the infected people and non-injected people with the house physical condition in the research field This study was carried ow in Pasar Minggu Village of Pasar Minggu Municipal South Jakarta. The research locution choosing was using purposive sampling. The data used was primary and secondary data. The primary data was obtained from the field through interview technique with questionnaire. While. the secondary data was obtained from the governmental institution. The population in this study was the number on the houses, whose members of the house were infected and never infected The amount of the sample for each group was 20 houses. This sample was taken randomly. The analysis technique was using descriptive and statistic analysis. The statistic analysis was carried out using crostabs method, t-test, and chi-square. Besides, it was sought the BRI, HRI, HI, CI, and Bl values to find out the risk level of environment prone to the breeding of. mosquito larva and w find out the level The results of the study showed that the physical environment of the infected houses and non-infected houses was not so significant, they live in dense vile environment. The correlation result showed that between the parameter observed and the infected people had positive relationship. In this case, the lighting, house density, and the number of windows. and container disposable sites had strong effect, compared to other factors. The result of this study also found out that the infected horses, in average, had lower sanitation level, compared to the non-infected houses. While, the prone risk level of Aedes aegypti mosquito larva breeding was found more in non-infected houses.
Kata Kunci : Demam Berdarah dan lingkungan fisik rumah,Dengue Haemorhagic Fever and physical environment,Jakarta Selatan,DKI Jakarta