UJI KEMAMPUAN PETA HASIL INTERPRETASI FOTO UDARA PANKROMATIK HITAM PUTIH TAHUN 1992 UNTUK MELIHAT PERUBAHAN KELAS HUTAN ( Studi kasus di BKPH Pasar Sore, KPH Cepu)
AGUS BUDI SANTOSA, Ir. H. Imam Abdul Rochman
1999 | Skripsi | S1 KEHUTANANPerpetaan merupakan kegiatan pendukung untuk mewu.judkan sistem pengelolaan hutan jati yang baik. Salah satu teknik pemetaan adalah interpretasi foto udara. Peta hasil interpretasi-agar dapat ctimanfaatkan sebagai sumber informasi awal-memerlukan uji ketelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketelitian dan kemampuan peta hasil interpretasi foto udara, mengenali bentuk-bentuk penggunaan lahan dan memberikan alternatif tindakan pengelolaan berdasar kenampakan pada foto udara serta menentukan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan kelas hutan setelah tahun pemotretan. Penelitian ini menggunakan metode komparatif yaitu membandingkan anta.ra hasil interpretasi--untuk masing-masing parameter kelas hutan (stratifikasi tegakan berdasar kelas umur, keutuhan tegakan dan bentuk penggunaan lahan) berdasar unsur-unsur interpretasi foto udara--dengan data sekunder dan eek lapangan. ????- Hasil penelitian untuk masing-masing parameter kelas hutan menunjukkan, tingkat ketelitiannya yaitu stratifikasi tegakan berdasar kelas umur (89,23%), keutuhan tegakan (50%), dan bentuk penggunaan lahan (91,37%). Pada bentuk penggunaan lahan yang terliput pada foto udara (hutan, sawah, tegalan, pemukiman dan jalan) mempunyai tingkat kemudahan dalam pengenalan yang berbeda-beda. Berdasar perbandingan, antara hasil interpretasi foto udara tahun 1992 dengan eek lapangan tahun 1999, faktor yang menyebabkan peruba.han kelas hutan berasal dari tekanan-tekanan luar (ekstemal) seperti tebangan liar/penjarahan, hama penyakit dan bencana alam. Faktor yang sifatnya internal seperti penjarangan relatif keeil pe,ngaruhnya. Altematif pengelolaan kawasan hutan BKPH Pasar Sore yang akan datang diutamakan pada peningkatan keamanan.
Kata Kunci : interpretasi foto udara, uji ketelitian, kelas hutan