Laporkan Masalah

TINJAUAN FINANSIAL KEGIATAN EKSPLOITASI SECARA SWAKELOLA DAN MITRA PEKERJA JASA (Studi Kasus di PT lnhutani I Administratur Berau Kalimantan Timur)

ANDI SETIAWAN, Ir. Siswantoyo Dipodiningrat, M.S.

1999 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

PT Inhutani I sebagai salah satu BUMN yang mengelola hutan alam di Luar Jawa pada akhirnya selain harus mengelola areal hutannya sendiri secara lestari, mereka juga harus menerima limpahan HPH yang dicabut ijin usahanya karena tidak mengindahkan asas-asas kelestarian hutan. Dengan semakin banyaknya areal hutan yang harus ditangani, PT Inhutani I dituntut untuk lebih efisien dan efektif dalam menangani kegiatan pengelolaan hutannya agar tetap diperoleh keuntungan yang maksima1 dengan tetap tidak meninggalkan asas kelestarian hutan. Efisiensi dan efektifitas kegiatan ini salah satunya dilakukan dengan mengikutsertakan pihak swasta sebagai mitra kerja PT Inhutani I. Di sini pihak swasta sebagai mitra kerja PT Inhutani I kemudian disebut dengan mitra pekerja jasa. Dilain pihak sesuai dengan kebijakan Departemen Kehutanan, PT Inhutani I sebaga:i salah satu BUMN diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan eksploitasinya secara swakelola, dimana seluruh komponen kegiatan rnulai dari penebangan sarnpai dengan bongkar muat di log pond dilakukan sendiri oleh PT Inhutani I. Bertitik tolak pada kenyataan diatas rnaka perlu dilakukan suatu penelitian mengenai anahsis break even untuk mengetahui cara eksploitasi yang paling rnenguntungkan ditinjau dari segi finansial, yaitu diborongkan kepada mitra pekerja jasa atau dikerjakan sendiri secara swakelola. Dalam hal ini untuk kegiatan eksp1oitasi secara swakelola akan rnenyangkut biaya investasi untuk bangtman, a1at berat, spare part, bahan bakar, tenaga kerja dan lain-lain. Sedangkan untuk rnitra pekerja jasa, PT Inhutani I sebagai pernilik areal akan rnengeluarkan biaya berupa upah produksi kepada mitra setelah kayu sarnpai di log pond. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dengan volume poduksi 29.429,95 rn 3, total biaya eksploitasi secara swakeiola sebesar Rp 2.357.675.301,00 atau Rp 80.111,43 per rn . Sedangkan total biaya eksploitasi dengan mitra pekerja jasa sebesar Rp 4.728.060.274,00 atau Rp 163.211,65 per m 3. Kedudukan break even dicapa:i pada vo]ume 10.577,31 m 3, sehingga dengan produksi rata-rata 26.291,5 m 3 per tahun kegiatan eksploitasi secara swakelola di Camp Labanan ekonornis untuk dilaksanakan. Besarnya penghematan biaya eksploitasi secara swakelola sebesar Rp 2.370.385.085,00 atau Rp 83.100,23 per m3 .

Kata Kunci : kerja sama, swakelola, mitra pekerja Jasa, break even

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf