PENGARUH KETERBATASAN WAKTU DAN PENGUNGKAPAN SUMBER TERHADAP KUALITAS KEPUTUSAN DAN KEPERCAYAAN PADA ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI): STUDI KASUS TANGGAP DARURAT GEMPA BUMI
Maura Adelia Arnasati, Ir. Hilya Mudrika Arini, S.T., M.Sc., M.Phil., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Time
constraints
merupakan kondisi yang umum terjadi dalam situasi darurat. Batasan waktu dapat
mempengaruhi perilaku individu, termasuk dalam cara pengambilan keputusan.
Padahal, pengambilan keputusan merupakan aspek krusial yang dapat berimplikasi
jangka panjang. Seiring dengan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan hadir
sebagai salah satu inovasi yang mendukung proses pengambilan keputusan. Salah
satu bentuknya adalah chatbot berbasis AI seperti ChatGPT 4.0 yang dirancang
untuk memberikan informasi dan rekomendasi pada penggunanya. Namun demikian,
kepercayaan individu terhadap ChatGPT memiliki peran penting dalam menentukan
sejauh mana saran yang diberikan akan diterima dan dijalankan. Di sisi lain,
kepercayaan yang berlebihan terhadap chatbot tanpa diimbangi evaluasi kritis
juga dapat menimbulkan risiko dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu,
penelitian ini akan menganalisis pengaruh keterbatasan waktu, pengungkapan
sumber, dan interaksi keduanya terhadap performa pengambilan keputusan dan
kepercayaan terhadap skenario yang disusun oleh ChatGPT dibandingkan dengan
skenario yang disusun oleh manusia.
Penelitian
ini akan menggunakan model ABMS disaster response yang dikembangkan oleh Surya Poudel (2021) guna
menyimulasikan keputusan yang dipilih oleh responden dalam studi kasus tanggap
darurat bencana alam gempa bumi. Berdasarkan model simulasi tersebut,
performansi pengambilan keputusan akan diukur dari total cost dan number of affected people. Sementara, pada pengukuran
kepercayaan akan digunakan likert scale
7 poin, yaitu dari 1 (sangat tidak setuju) hingga 7 (sangat setuju)
untuk menilai 4 indikator kepercayaan, yaitu kepercayaan diri, kepercayaan akan
integritas, kepercayaan akan keandalan, dan kepercayaan hingga bersedia
mengimplementasikan. Penelitian ini melibatkan 52 responden yang dikelompokkan
secara merata berdasarkan batasan waktu dan pengungkapan sumber.
Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa batasan waktu, pengungkapan sumber,
maupun interaksi keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap performa
pengambilan keputusan. Sementara itu, pada aspek kepercayaan, batasan waktu
tidak berpengaruh signifikan terhadap rata-rata keempat elemen kepercayaan pada
skenario manusia dan ChatGPT, kecuali pada kesediaan menjalankan skenario.
Sebaliknya, pengungkapan sumber memiliki pengaruh signifikan terhadap
kepercayaan secara keseluruhan, serta pada indikator kesediaan menjalankan
skenario dan percaya skenario dapat diandalkan. Interaksi antara batasan waktu
dan pengungkapan sumber tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap
kepercayaan secara keseluruhan, tetapi berpengaruh secara signifikan terhadap
elemen dapat diandalkan dan kesediaan menjalankan skenario. Terlepas dari kedua
variabel tersebut, terdapat perbedaan signifikan antara kepercayaan terhadap
manusia dan ChatGPT, baik secara keseluruhan maupun pada indikator integritas
dan kesediaan menjalankan skenario.
Time
constraints are common conditions that occur during emergency situations. Time
limitations can influence individual behavior, including decision-making
processes. Yet, decision-making is a crucial aspect that can have long-term
implications. Alongside technological advancements, artificial intelligence has
emerged as one of the innovations supporting decision-making processes. One of
its forms is AI-based chatbots, such as ChatGPT 4.0, which are designed to
provide users with information and recommendations. However, individual trust
in ChatGPT plays an important role in determining the extent to which the provided
advice will be accepted and acted upon. On the other hand, excessive trust in
chatbots without critical evaluation may also pose risks to decision-making.
Therefore, this study aims to analyze the effects of time constraints, source
disclosure, and their interaction on decision-making performance and trust
toward scenarios created by ChatGPT compared to those created by humans.
This
study employs the ABMS disaster response model developed by Surya Poudel (2021)
to simulate decisions made by respondents in a case study of earthquake
emergency response. Based on the simulation model, decision-making performance
is measured by total cost and the number of affected people. Meanwhile, trust
is assessed using a 7-point Likert scale, ranging from 1 (strongly disagree) to
7 (strongly agree), evaluating four trust indicators: confidence, trust in
integrity, trust in reliability, and willingness to implement. The study
involves 52 respondents, evenly divided based on time constraint and source
disclosure conditions.
The
results of this study indicate that time constraints, source disclosure, and
their interaction do not significantly affect decision-making performance.
However, regarding trust, time constraints do not significantly influence the
average of the four trust elements for either human-generated or
ChatGPT-generated scenarios, except for the willingness to implement the
scenario. Conversely, source disclosure significantly affects overall trust,
particularly on the indicators of willingness to implement the scenario and
trust in reliability. The interaction between time constraints and source
disclosure does not significantly impact overall trust, but it significantly
affects the elements of reliability and willingness to implement the scenario.
Regardless of these two variables, there are significant differences in trust
between human-generated and ChatGPT-generated scenarios, both overall and in
the indicators of integrity and willingness to implement the scenario.
Kata Kunci : Behavioral Operational Research, batasan waktu, pengungkapan sumber, performa keputusan, kepercayaan ChatGPT, kepercayaan manusia, tanggap darurat bencana