Laporkan Masalah

Pengaruh Lotion Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Tabir Surya pada Integumen Tikus Putih (Rattus norvegicus, Berkenhout 1769) dengan Radiasi UVB

Lathifah Pinasti Putri, Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng.

2025 | Skripsi | BIOLOGI

Tabir surya berperan penting dalam mencegah terjadinya photoaging dengan menghalangi penetrasi sinar ultraviolet (UV) ke dalam lapisan kulit. Seiring berkembangnya penelitian di bidang dermatologi, senyawa alami seperti antioksidan mulai banyak dieksplorasi untuk perlindungan kulit terhadap radiasi UV. Salah satu bahan alami yang menjanjikan dalam formulasi tabir surya adalah bunga telang (Clitoria ternatea L.), yang kaya akan senyawa polifenol dengan aktivitas antioksidan tinggi, mampu mengurangi kerusakan oksidatif yang dipicu oleh reactive oxygen species (ROS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas lotion ekstrak bunga telang sebagai agen pelindung terhadap radiasi UVB pada kulit tikus. Tikus jantan dewasa berusia 10–12 minggu dibagi menjadi enam kelompok, yakni kelompok standar (kulit sehat), kontrol negatif (K-), kontrol positif base lotion (K+), serta tiga kelompok perlakuan dengan formulasi lotion ekstrak bunga telang masing-masing konsentrasi 2,5% (F1), 5% (F2), dan 10% (F3). Area punggung tikus dibagi menjadi lima plot cukuran berukuran 2 × 2 cm, lalu dipapar UVB selama 30 menit per hari selama 7 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi lotion ekstrak bunga telang memberikan perlindungan signifikan terhadap kerusakan kulit akibat paparan UVB, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif tanpa perlindungan. Perlindungan ini ditunjukkan melalui penurunan ketebalan epidermis dan stratum korneum, penebalan lapisan dermis, serta peningkatan densitas dan diameter serat kolagen. Konsentrasi ekstrak paling efektif dalam menghambat efek photoaging UVB adalah 10% (F3), yang menghasilkan kondisi kulit mendekati kelompok standar yang tidak terpapar UVB. Temuan ini memperkuat potensi C. ternatea L. sebagai bahan aktif alami dalam pengembangan formulasi tabir surya yang efektif dan aman.


Sunscreen plays a crucial role in preventing photoaging by blocking ultraviolet (UV) radiation from penetrating the skin. With growing interest in natural compounds, research on antioxidant-rich plant-based ingredients for skin protection is expanding. One promising candidate is butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.), which contains polyphenols known for their potent antioxidant properties capable of mitigating oxidative damage caused by reactive oxygen species (ROS). This study aimed to evaluate the effectiveness of butterfly pea flower extract lotion as a sunscreen against UVB-induced skin damage in rats. Male adult rats aged 10–12 weeks were divided into six groups: a standard group (healthy skin), a negative control (K?), a positive control a base lotion group (K+), and three treatment groups with extract concentrations of 2.5% (F1), 5% (F2), and 10% (F3). The dorsal skin of each rat was divided into five shaved plots (2 × 2 cm) and exposed to UVB radiation for 30 minutes daily over seven consecutive days. The results showed that the application of butterfly pea flower extract lotion significantly protected rat skin from UVB-induced damage compared to the untreated group. This was evidenced by reduced thickness of the epidermis and stratum corneum, increased dermal thickness, and enhanced collagen density and fiber diameter. The 10% extract concentration (F3) was identified as the most effective, showing no significant difference in skin condition compared to the healthy unexposed group. These findings highlight the potential of Clitoria ternatea L. extract as an effective natural ingredient for sunscreen formulation.

Kata Kunci : Antioksidan, Clitoria ternatea, Photoaging, Radiasi UVB, Tabir surya alami

  1. S1-2025-474188-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474188-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474188-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474188-title.pdf