Laporkan Masalah

Setengah pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta : Suatu analisis data susenas 1999

Elfa Thony, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.

2004 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah Istimewa Yogyakarta dilihat dari aspek kependudukan dapat dikatakan sebagai wilayah yang mempunyai angka pertumbuhan penduduk paling rendah bila dibandingkan dengan propinsi lain di Indonesia. Keadaaan ini tentunya berpengaruh pada kondisi angkatan kerja, dalam hal ini setengah pengangguran. Penelitian ini menggunakan data sekunder utamanya SUSENAS tahun 1999. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tabel silang yang diolah dengan menggunakan program SPSS for Windows Version H. Beberapa hal yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain: (1) dibandingkan empat kabupaten lainnya, Kota Yogyakarta paling kecil proporsi setengah penganggurannya, (2) persentase setengah pengangguran sukarela lebih besar daripada setmgah pengangguran terpaksa, dan kondisi ini terjadi di Kota Yogyakarta dan 4 kabupaten lainnya di Daerah Yogyakarta. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam angkatan kerja setengah pengangguran terdiri dan seengab pengangguran yang mencari pekerjaan lain dan setengah pengangguran yang tidak mencari pekerjaan lain. Yang perlu dicermati selanjutnya adalah setengah pengangguran sukarcla. Apakah mereka henar-benar sukareta atau merasa putus asa melihat kondisi ekonomi yang belum baik ini, sehingga usaha untuk mencari pekerjaan nerupakan hal yang sia¬sia. Bila keadaan terakhir yang terjadi, maka satu-satunya pemecahan yang ada adalah perluasan kesempatan kerja.

Yogyakarta Special Region is the province with the lowest population growth rate among other provinces in Indonesia. This condition should have impact to the workforce and especially half employment in Daerah Istimewa Yogyakarta. This research paper is based on secondary data, especialy SUSENAS, an annual national survey of social economy, for the year of 1999. The analysis method applied is cross tabulation computed with SPSS for Windows, version 11. Several observable facts were found in this research: (1) compared with another districts, Yogyakarta had lowest ratio of half employment, (2.) across five districts in Daerah Istimewa Yogyakarta voluntary half employment is greater than involuntary half employment. It is concluded from the results of this research that that there are both half employment that looking for another employment and half employment that don't. The main conclution found that should he emphasized is whether voluntary half employments are really voluntary or merely had no hope for better employmentin turbulent economies condition. IF the later is true, than the resultion is expansion of job opportunities.

Kata Kunci : Setengah Pengangguran,Daerah Istimewa Yogyakarta,DIY

  1. S1-2004-105806-Elfa_Thony-abstract.pdf  
  2. S1-2004-105806-Elfa_Thony-bibliography.pdf  
  3. S1-2004-105806-Elfa_Thony-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2004-105806-Elfa_Thony-title.pdf