Partisipasi petani peserta KUK DAS dalam pelaksanaan kegiatan usahatani konservasi didesa Gayamharjo kecamatan Prambanan kabupaten Sleman
Dwi Mariyanto, Drs. Soekadri, M.S.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHUsahatani konservasi merupakan kebijakan pemerintah dalam menangani permasalahan lahan kritis, salahsatunya permasalahan lahan kritis di Desa Gayamharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman. Usahatani konservasi membutuhkan modal yang tidak sedikit, sedangkan sebagian besar petani yang mengelola lahan kritis adaiah petani miskin. Salah satu program untuk mendukung terlaksananya usahatani konservasi yaitu dengan memberikan kredit usahatani konservasi daerah aliran sungai ( KUK-DAS ). Dalam pelaksanaan program tersebut dibutuhkan partisipasi dari petani peserta program. Partisipasi petani dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain umur, luas lahan, pendidikan, tingkat pengetahuan, solidaritas sosial, jumlah kredit, pendapatan dan pekerjaan sampingan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat partisipasi petani peserta KUK-DAS dalam melaksanakan setiap kegiatan usahatani konservasi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi petani. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Responden dalam penelitian ini yaitu seluruh petani peserta KUK-DAS yang berjumlah 32 orang. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan tabel silang dan uji korelasi spearman rho. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 32 petani peserta KUK-DAS, 46,9% memiliki tingkat partisipasi rendah, 37,5% tingkat partisipasi sedang dan 15,6% tingkat partisipasi tinggi, berarti tingkat partisipasi petani peserta KUK¬DAS dalam kegiatan usahatani konservasi termasuk kurang. Dari faktor-faktor yang dikaji, falitor jumlah kredit tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat partisipasi. Faktor yang signifikan dan berkorelasi dengan tingkat partisipasi dari yang memiliki pengaruh terkuat yaitu; tingkat pengetahuan, solidaritas sosial, umur, pendidikan, pendapatan dan luas lahan. Tingkat pengetahuan, solidaritas sosial, pendidikan, pendapatan dan luas lahan berkorelasi positif dengan tingkat partisipasi sedangkan umur berkorelasi negatif. Hubungan dengan pekerjaan sampingan menunjukkan bahwa petani yang tidak memiliki pekerjaan sampingan dan petani dengan pekerjaan sampingan sebagai buruh partisipasinya cenderung rendah dibanding sebagai wiraswasta maupun pegawai. Dari faktor yang berpengaruh menunjukkan bahwa faktor dari diri petani merupakan faktor yang mempunyai pengaruh yang kuat daripada faktor dari luar petani. Tingkat pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh sehingga untuk meningkatkan partisipasi petani perlu adanya peningkatan pengetahuan petani, misalnya dengan meningkatkan intensitas penyuluhan dan pemberian pelatihan serta pendampingan terhadap petani
Conservation farm is the policy of government to slove the critical land problems. One of the critical problem in Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Conservation farm need not a few capital, almost of farmer who manage critical land are poor farmer. One of the program o assist the execution of conservation farm is by give credit pass Kredit Usahatani Konservasi Daerah Aliran Sungai (KUK-DAS). In the execution of conservation farm needed by participation from farmer. The participation of farmer influenced bay various factor, that are age, wide of land, education, the level of knowledge, social solidarity, account of credit, income and another occupation. Intention of this research to know the level of participation of KUK-DAS farmer in the execution each of conservation activity and to know the factors which influence to the level of participation of KUK-DAS farmer. The research method used by survey method. Responder in this research are all the KUK-DAS farmer. Data analysis used by crosstables and correlation test of spearman rho. Result of research indicate that from 32 farmer, 46,9 % have low participation, 37,5 % have medium participation and 15,6 % have high participation. From factors studied, account of credit didn't have significant correlation with participation. The factors which have significant correlation with participation from the strongest influence are level of knowledge, social solidarity, education, age, income and wide of land. The level of knowledge, social solidarity, age, education, income and wide of land have positive correlation with the level of participation and age have negative correlation. Correlation of another occupation indicate if the farmer have not another occupation and the farmer as labourer, their participation is lower than farmer who have private job or as civil state worker. From the factors which have influence to the participation, indicate that the factors from inside farmer are the factors whichhave strong influence than factor from outside. The level of knowledge is the most influence factor so from there to increase the level of participation of farmer need by increasing of farmer knowledge, example by increase agriculture extention intensity and give the practise adan monitoring to the farmer
Kata Kunci : Konservasi usahatani,Usahatani,Partisipasi Petani,Prambanan,Klaten,Sleman,DIY