Evaluasi ketersediaan dan kebutuhan air di sub DAS Garang Semarang propinsi Jawa Tengah
Dwi Amaryani, Drs. Suyono, M.S.; Drs. Budi Sulaswono, M.Si.
2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian evaluasi ketersediaan dan kebutuhan air merupakan cara untuk memantau kekritisan air di Sub DAS Garang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketersediaan air, kebutuhan air, dan mengevaluasi ketersediaan air terhadap pemenuhan kebutuhan air di Sub DAS Garang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer berupa kebutuhan air domestik tiap orang per hari dan kebutuhan air untuk tiap unit industri per hari. Data sekunder berupa data curah hujan rerata bulanan, suhu udara rerata bulanan, tebal aliran bulanan, koefisien as permukaan, jumlah penduduk, macam dan jumlah unit industri kecil, serta pola pergiliran tanaman pertanian, Perhitungan ketersediaan air berclasarkan neraca air rerata tahunan dan koefisien aliran dengan Metode Cook. Ketersediaan air dalam penelitian ini dibedakan menjadi ketersediaan air permukaan dan ketersediaan air bawah permukaan. Pengolahan data perhitungan ketersediaan air menggunakan perangkat lunak PC/Arc Info untuk memperoleh peta ketersediaan air permukaan, peta ketersediaan air bawah permukaan, dan peta koefisien aliran permukaan. Perhitungan kebutuhan air meliputi kebutuhan air untuk domestik, industri, dan pertanian. Kebutuhan air untuk domestik dan industri diperoleh melalui wawancara terhadap responden dengan metode stratified sampling, sedangkan kebutuhan air untuk pertanian digunakan suatu asumsi yaitu untuk tanaman padi 1 liter/detik/ha dan untuk tanaman palawija 0,25 liter/detik/ha. Hastil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air permukaan di Sub DAS Garang sebesar 58,507 juta m3/tahun dan ketersediaan air bawah permukaan sebesar 49,339 juta m3/tahun. Besarnya kebutuhan air untuk domestik dam industri sehesar 3,174 luta ml/tahun, sedangkan kebutuhan air untuk pertanian sebesar 25,791 juts m3/tahun. Indeks kekritisan air permukaan dibitung berdasarkan perbandingan ketersediaan air permukaan dengan kebutuhan air untuk pertanian. Sub DAS Garang yang secara administrasi terdiri dari 5 kecamatan dengan luas sekitar 68,5 km2, 3 kecamatan belum mengalami kekritisan air dan 1 kecamatan mendekati kekritisan air permukaan. Sedangkan indeks kekritisan air bawah permukaan dihitung berdasarkan perbandingan ketersediaan air bawah permukaan dengan kebutuhan air untuk domestik dart industri. Pada 5 kecamatan di Sub DAS Garang menunjukkan bahwa seluruh kecamatan belum mengalami kekritisan air bawah permukaan.
-
Kata Kunci : Evaluasi kebutuhan air,Das Garang,Semarang,Jawa Tengah