Pengaruh Pemberian Cacing Sutra (Tubifex sp.) Microworm (Panagrellus redivivus), dan Grindalworm (Enchytraeus buchholzi) Terhadap Sintasan dan Pertumbuhan Benih Ikan Dewa (Tor tambroides, Bleeker, 1854)
Zharfan Roihan, Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. ; Dr. Toni Kuswoyo, S. Pi., M.P.
2025 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian pakan alami
berupa cacing sutra (Tubifex sp.), microworm (Panagrellus redivivus), dan grindalworm
(Enchytraeus buchholzi)
terhadap sintasan dan pertumbuhan benih ikan dewa (Tor tambroides). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan
tiga ulangan. Benih ikan dewa yang digunakan berukuran 3 cm. Benih ditebar
dalam akuarium dengan
volume air 20 L,
dengan jumlah 10 ekor per akuarium. Benih dipelihara selama
30 hari dengan pemberian pakan alami sebanyak 20% dari bobot biomassa
dan pemberian pakan satu kali sehari pada pagi hari. Sampling pertumbuhan dan kualitas
air dilakukan 10 hari sekali. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan
penggantian air setiap 10 hari agar kualitas air tetap optimal. Data sintasan dan pertumbuhan dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji lanjut Duncan Multiple Range Test dilakukan apabila Analysis of Variance menunjukkan adanya
perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian cacing sutra, microworm, dan grindalworm
tidak memberikan pengaruh
signifikan terhadap sintasan. Pertumbuhan benih ikan dewa pada pemberian
cacing grindalworm tidak berbeda
nyata dengan pemberian cacing sutra, tetapi keduanya berbeda nyata dengan pemberian
microworm. Pemberian cacing sutra dan
grindalworm menghasilkan nilai
pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan microworm. Grindalworm mampu
menjadi pakan alternatif pengganti cacing sutra untuk pemeliharaan benih ikan
dewa.
This study aims to determine the
effect of natural feeding in the form of silk worms (Tubifex sp.), microworm (Panagrellus
redivivus), and grindalworm (Enchytraeus
buchholzi) on the survival and growth of thai masheer fish fry (Tor tambroides). The study used a completely randomized design with three
treatments and three replications. The divine fish fry used were 3 cm in size. The seeds were stocked in an aquarium
with a water volume of 20 L, with a
total of 10 fish per aquarium. Seeds were reared for 30 days with natural
feeding as much as 20% of biomass weight and feeding once a day in the morning.
Sampling of growth and water quality was done every 10 days. Water quality
management was carried out with water changes every 10 days to maintain optimal
water quality. Survival and growth data were analyzed using Analysis of Variance with 95% confidence
level. Duncan Multiple Range Test was conducted if Analysis of Variance showed
a significant difference. The results showed
that the provision of silk worms,
microworm, and grindalworms did not have a significant effect on survival. The growth of thai
masheer fish fry in the provision of grindalworm is not significantly different
from the provision of silk worms, but both are significantly different from the
provision of microworm. Feeding silk worms and grindalworms produces higher
growth values compared to microworm. Grindalworm can be an alternative feed to
replace silk worms for the maintenance of thai masheer fish fry.
Kata Kunci : Cacing sutra, Grindalworm, Ikan dewa, Microworm.