Deteksi Kehamilan Risiko Tinggi di Puskesmas Wates Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta
Mangesthi Budiningsih, Dr.A.Irmansjah Mochtar, DSOG
1996 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERUpaya menurunkan angka kesakitan dan kematian bagi ibu bersalin rnerupakan prioritas pembangunan di bidang kesehatan. Angka kematian maternal merupakan ukuran menilai baik buruknya pelayanan kesehatan khususnya terhadap ibu hamil. Pelayanan kesehatan bagi ibu hamil perlu ditingkatkan dengan menerapkan pendekatan risiko (risk approach) sebagai strategi operasionalnya Dengan menemukan adanya faktor risiko sedini mungkin dan menangani kehamilan risiko tinggi secara intensif selama kehamilan/persalinan dan nifasnya dapat diusahakan dampak pengaruhnya terhadap ibu, janin/bayinya diperkecil. Penelitian terhadap pelaksanaan deteksi dini kehamilan risiko tinggi telah dilakukan di Puskesmas Wates Kulon Progo dengan menggunakan kriteria RS Dr Soetomo, Surabaya Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pendataan terhadap kesehatan ibu hamil dari semua ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di Puskesmas tersebut, Data dikumpulkan dari catatan kesehatan ibu hamil selama satu tahun yaitu tahun 1995. Pernbahasan dilakukan secara analisis deskriptif untuk mengetahui angka kejadian kehamilan risiko tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan diri di Puskesrnas yaitu 536 orang ternyata ditemukan 37 ibu hamil dengan risiko tinggi atan sekitar 6,9%. Penelitian ini menemukan juga bahwa 1 ibu hamil mempunyai 3 risiko, 8 ibu dengan 2 risiko dan lainnya sebanyak 28 orang hanya mempunyai 1 risiko saja Kasus KRT tersebut yang terbanyak berdasarkan kriteria RS Dr Soetomo adalah primi tua clan grandemultipara sebanyak 10 kasus atau 27%, kemudian disusul dengan kelainan medik yang pada kasus ini semuanya adalah anemia dan jarak kehamilan yang terlalu dekat yang masing-masing sebanyak 9 kasus atau 24% dan kasus lain ditemukan dalam jumlah kecil. Kriteria KRT yang tidak ditemukan kasusnya dalam penelitian ini meliputi 3 hal yaitu: primi muda, kelainan letak, dan hamil serotinus. Upaya yang telah dilakukan pihak Puskesmas dalam penatalaksanaan kasus KRT ini rneliputi penanganan secara langsung pada pasien untuk memperbaiki keadaan umum ibu hamil terutama untuk kasus-kasus yang ringan dan merujuk ke RS untuk kasus tertentu yang dirasa perlu penanganan khusus dan lebih lengkap prasarananya.
Kata Kunci : angka kesakitan dan kematian, ibu bersalin, risiko tinggi