STUDI SEBARAN DIAMETER HUTAN MILIK (Desa Giriasih, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul, D.I.Yogyakarta)
Emma Soraya, Dr. Ir. Agus Setyarso, M. Sc.
1999 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan milik -- yang peranannya sebagai salah satu penyedia bahan baku kayu pertukangan tidak dapat lagi dengan mudah diabaikan -- memerlukan pengelolaan yang lebih baik agar dapat lestari. Sebaran diameter hutan milik diperlukan sebagai dasar informasi dalam menggambarkan keadaan dan kondisi tegakannya. Informasi inilah yang menjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian ini menerapkan fungsi kepekatan Weibull sebagai model matematis sebaran diameter dan menguji kecermatan fungsi dengan kaidah Kolmogorov-Smimov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sebaran diameter hutan milik memperlihatkan kesan pola ketidakteraturan, mirip pada sebaran diameter tegakan campur dan tak seumur yang mengikuti bentuk sebaran eksponensial (kurva huruf J terbalik). Fungsi kepekatan Weibull dengan penaksiran parameter berdasar pasangan persentil ke-40 dan ke-82 dapat dengan baik melukiskan sebaran diameter empirisnya. Penggunaan selang kelas 3 cm menghasilkan model matematis yang lebih akurat dibandingkan dengan selang kelas 2 cm dan 5 cm. Kecermatan dan keluwesan fungsi kepekatan Weibull telah dapat dibuktikan dengan kaidah Kolmogorov-Smimov sehingga fungsi ini dapat digunakan sebagai model matematis sebaran diameter hutan milik.
The role of private forests as timber suppliers can not easily be ignored. On the other side, good management is needed in order to maintain its sustainability. Diameter distribution of private forest is needed as basic information in describing its stand characteristics. Diameter distribution finds its significance to be studied. The study applied Weibull density funqtion as mathematical model in describing diameter distribution. The accuracy of Weibull was tested by Kolmogorov-Smimov technique. The result indicates that diameter distribution of private forest follows irregular pattern as mixed stand. It is similar to diameter distribution of uneven-aged stand too, which follows exponential distribution type. Using of 40th and 82nd percentiles for Weibull parameter estimation describes the empirical diameter distribution well. Class interval of 3 cm produces a more accurate mathematical model than class interval of 2 cm or 5 cm. The accuracy and flexibility of Weibull density function was proved. It means Weibull density function can be used as mathematical model in describing diameter distribution for private forest.
Kata Kunci : Sebaran, Diameter, Hutan Milik