Laporkan Masalah

STUDI PERANAN PEREMPUAN DALAM UPAYA KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN (STUDI KASUS DESA TUMBANG DAKEI DI KALIMANTAN TENGAH)

Lintang Kusumawardhani, Prof.Dr.Ir. Achmad Sulthoni, MSc.

1999 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Peran perempuan dalam pembangunan kehutanan khususnya dalam pengelolaan sumber daya hutan belum mendapat pengakuan dari penentu kebijakan dan para pengelola hutan. Hal ini sering disebabkan oleh asumsi yang berkembang di tingkat penentu kebijakan bahwa perempuan tidak ikut mengelola hutan, karena pekerjaan yang ada di sektor kehutanan dianggap identik dengan pekerjaan laki-laki saja sehingga banyak kebijakan dalam pembangunan kehutanan tidak melibatkan perempuan. Padahal secara fakta di lapangan perempuan banyak berperan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan tanpa melupakan aspek konservasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan perempuan dalam upaya konservasi sumber daya hutan tanpa melupakan berbagai faktor yang mempengaruhi aktivitas mereka, seperti faktor sosial dan budaya, pembagian kerja atau alokasi waktu yang dicurahkan oleh perempuan untuk aktivitas produktif dan reproduktif (aktivitas domestik) berdasarkanjender. Metodologi dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian survai, sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive. Sampel diambil 24 keluarga, dari 24 keluarga itu diperoleh 44 responden yang terdiri dari 24 perempuan dan 20 laki-laki, karena ada 4 responden perempuan yang menjadi kepala keluarga. Data yang terangkum dalam kuesioner dan catatan lapangan diklasifikasikan, dianalisis dan diungkapkan secara kuantitatif serta dideskripsikan secara kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam upaya konservasi sumber daya hutan, seperti aktif melakukan kegiatan penanaman tanaman keras (38,6%) sedangkan laki-lakinya hany3: 6,8%. Penyuluhan merupakan salah satu aktivitas konservasi yang dilakukan oleh perempuan yaitu sebanyak 47,7% bila dibandingkan dengan laki-laki (25%), mereka juga aktif melakukan penanaman tanaman obat-obatan. Aktivitas mereka ini tidak terlepas dari peranan yang dituntut secara tradisional (reproduktif) yang ditunjukkan oleh hasil seperti pengasuhan anak dilakukan oleh perempuan (38,6%) sedangkan laki-laki hanya 6,8%. Pengumpulan kayu bakar dilakukan berimbang dengan laki-laki, membersihkan rumah dilakukan oleh 50% perempuan dan laki-laki hanya 4,5%. Mencuci pakaian dilakukan perempuan sebanyak 54,5% dan laki-laki 0%. Memasak makanan dan menyiapkan makanan juga dikerjakan oleh perempuan sebanyak 54,5% dan laki-laki 0%. Di lain pihak perempuan temyata melakukan aktivitas produktif yang cukup besar untuk menunjang pendapatan keluarganya, sehingga tak jarang mereka harus berperan secara ganda (produktif sekaligus reproduktif).

Kata Kunci : Peranan, Perempuan, Konservasi, Sumber Daya Hutan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf