Pengaruh Pemberian Cacing Sutra (Tubifex sp.) dan Microworm (Panagrellus redivivus) terhadap Sintasan dan Laju Pertumbuhan Benih Ikan Beong (Hemibagrus nemurus, Valenciennes 1840)
Monalisa Dewi Kartika, Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc.; Dr. Toni Kuswoyo, S.Pi., M.P.
2025 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANANBudidaya ikan beong pada tahap pembenihan masih terdapat masalah terkait ketersediaan pakan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cacing sutra (Tubifex sp.) dan microworm (Panagrellus redivivus) terhadap sintasan dan laju pertumbuhan benih ikan beong. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan pakan, yaitu P1 (cacing sutra 100%), P2 (cacing sutra 50% + microworm 50%), dan P3 (microworm 100%), dengan masing – masing terdapat tiga ulangan. Pemberian pakan dilakukan sebanyak empat kali sehari pada waktu 08.00, 12.00, 16.00, dan 20.00 WIB. Analisis data statistik menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan syarat memenuhi uji normalitas dan homogenitas, apabila hasil menunjukkan signifikan maka diuji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil statistik menunjukkan bahwa pemberian cacing sutra serta kombinasi cacing sutra dan microworm mampu meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang ikan beong. Pertumbuhan terbaik diperoleh pada perlakuan P1 (cacing sutra 100%) dengan laju pertumbuhan berat mutlak (0,262 ± 0,03 g), laju pertumbuhan panjang mutlak (2,10 ± 0,05 cm), laju pertumbuhan berat spesifik (12,641 ± 0,41 %/hari), laju pertumbuhan panjang spesifik (4,62 ± 0,06 %/hari), dan FCR (1,75 ± 0,21). Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan bahwa laju pertumbuhan berat dan panjang benih ikan pada pemberian cacing sutra 100% tidak berbeda nyata dengan pemberian cacing sutra 50% + microworm 50%, tetapi keduanya berbeda nyata dengan pemberian microworm 100%. Microworm mampu menjadi pakan alternatif untuk pembenihan ikan beong dengan syarat dikombinasikan dengan cacing sutra.
Asian redtail catfish cultivation at the hatchery stage still has problems related to the availability of natural food. This study aims to determine the effect of feeding silkworms (Tubifex sp.) and microworms (Panagrellus redivivus) on the survival and growth rate of asian redtail catfish. The research method used a completely randomized design consisting of three feed treatments, P1 (100% silkworm), P2 (50% silkworm + 50% microworm), and P3 (100% microworm), with three replicates each. Feeding was done four times a day at 08.00, 12.00, 16.00, and 20.00 WIB. Statistical data analysis using. Analysis of Variance (ANOVA) test with the condition of fulfilling normality and homogeneity tests, if the results show significant then further tested Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Statistical results showed that the provision of silkworms and a combination of silkworms and microworms were able to increase the growth of weight and length of beong fish. The best growth was obtained in treatment P1 (100% silkworms) with absolute weight growth rate (0.262 ± 0.03 g), absolute length growth rate (2.10 ± 0.05 cm), specific weight growth rate (12.641 ± 0.41 %/day), specific length growth rate (4.62 ± 0.06 %/day), and FCR (1.75 ± 0.21). The results showed that the growth rate of weight and length of fish fry in 100% silkworm feeding was not significantly different from 50% silkworm + 50% microworm feeding, but both were significantly different from 100% microworm feeding. Microworm can be an alternative feed for asian redtail catfish hatcheries provided it is combined with silkworms.
Kata Kunci : ikan beong, pakan alami, pembenihan, sintasan, pertumbuhan