Rasinah Dalang Topeng Indramayu Jawa Barat :: Sebuah Biografi
RASIDIN, Dindin, Prof.Dr. R.M. Soedarsono
2004 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaTesis yang berjudul “Rasinah Dalang Topeng Indramayu- Jawa Barat Sebuah Biografi†ini, pada dasarnya memuat tiga pokok bahasan, yaitu tentang latar belakang kehidupan Rasinah; aktivitas dan peranannya sebagai dalang topeng; serta analisis pesona Rasinah. Rasinah adalah seorang dalang topeng tua dari Pekandangan, Indramayu, Jawa Barat. Ia lahir sebagai anak pertama dari pasangan seorang dalang wayang kulit bernama Lastra dan Sarminah seniman ronggeng. Sejak dalam kandungan, ayahnya bercita-cita bahwa anaknya kelak ingin menjadi dalang topeng yang andal. Berkat bimbingan yang keras dari orang tuanya, akhirnya Rasinah pada tahun 1940-an hingga tahun 1950-an dapat merasakan masa-masa kejayaannya sebagai dalang topeng. Perjalanan hidup Rasinah, kemudian memang layaknya seperti mimpi. Mulai sekitar tahun 1970-an, ia sudah menyatakan berhenti sebagai dalang topeng. Selanjutnya masa-masa ini disebut ke dalam masa kevakuman. Kevakuman itu sendiri disebabkan oleh beberapa faktor yang terkait dengan faktor sosial, politik, ekonomi dan budaya. Masa kevakuman adalah masamasa yang bisa disebut pula sebagai masa yang semakin terpuruk. Topeng sudah jarang dipentaskan, umur sudah tua, bahkan banyak yang berkomentar ‘ ia sudah tidak pantas menari lagi’. Kehadiran Rasinah dalam dunia topeng, khususnya topeng Cirebon telah menjadi fenomena yang menarik. Semua orang yang pernah melihat Rasinah menari, sepakat bahwa ia adalah penari yang mempunyai kelebihan yang luar biasa. Popularitas Rasinah, kini telah bersinar kembali, dan tampil di berbagai kota besar di Jawa dan Bali, bahkan tampil di beberapa negara, seperti Jepang, Perancis, Belanda, Swis, Italia, dan Belgia. Melalui kemampuan menarinya yang luar biasa, akhirnya, Rasinah mendapat penghargaan Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (tahun 2002), dan juga penghargaanpenghargaan lainnya. Dalam menyusun biografi Rasinah memerlukan pisau bedah dari berbagai disiplin dan pendekatan, seperti sejarah, etnokoreologi, dan psikologi. Pendekatan sejarah, menitikberatkan pada latar belakang kehidupan Rasinah dan segala aktivitasnya. Pendekatan psikologi, mengarah pada hal-hal yang berkaitan dengan emosi, karakter yang melatarbelakangi lingkungan kehidupannya. Sedangkan pendekatan etnokoreologi,menitikberatkan pada hal-hal yang terkait dengan bentuk, srtuktur, dan gaya. Sebagai penari, Rasinah tergolong kreatif, sehingga ia menjadi dalang topeng yang survivel. Dengan demikian, berdasarkan hasil analisis, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Rasinah bisa bangkit kembali dari kevakuman berkat ‘temuan’ Toto Amsar Suanda pada tahun 1994. Selanjutnya, Toto dan Endo Suanda berupaya agar Rasinah bisa tampil kembali dalam dunia topeng; (2) Rasinah telah dianggap sebagai tokoh dan figur topeng Cirebon. Ia telah memberi warna yang berbeda dibanding dengan penari topeng lainnya. Sebagai transformator, Rasinah telah mampu memberi rangsang kinestetis pada kita semua, khususnya seniman dalam mewujudkan keberadaan topeng. Secara tidak langsung telah ikut pula membantu program pemerintah dalam pelestarian nilai-nilai budaya; (3) Sebagai penari, Rasinah memiliki kekuatan berimprovisasi sangat tinggi.
The thesis entitled “Rasinah Dalang Topeng Indramayu- Jawa Barat Sebuah Biografi†basically contains three subjects of discussion namely background of Rasinah’s life; her activities and roles as a mask dancer; and analysis of Rasinah’s charm. Rasinah is an old dalang topeng (mask dancer) from Pekandangan, Indramayu, West Java. She is the first child of the married couple of a leather puppet show narrator named Lastra and a ronggeng artist named Sarminah. Long before she was delivered, her father wished her to become a reliable mask dancer. With her parent’s full guidance Rasinah enjoyed her golden time as a mask dancer in 1940s and 1950s. Rasinah’s life goes on like a dream. Since 1970s she declared to quitting her job as a mask dancer. Since then, she was in vacuum. The vacuum was caused by social, political, economic, and cultural factors. Vacuum era can also be called a decining era. Mask dance has seldom been performed, and she gets older. Even some people commented that “she is too old to danceâ€. Rasinah’s performance in mask dance, particularly the Cirebon mask dance, has become an interesting phenomenon. Everybody who has watched her dancing agreed that she has been a distinguished and capable dancer. Rasinah’s popularity is shining again, and she has performed in several big cities in Java and Bali, even in several foreign countries such as Japan, France, Netherlands, Switzerland, Italia, and Belgium. With her very excellent capability of dance, finally Rasinah won an Art Award granted by the government of Republic of Indonesia (2002) and other awards. The writing of Rasinah’s biography needs various disciplines and approaches including history, ethnochoreology, and psychology. Historical approach emphasizes on the background of Rasinah’s life and all of her activities. Psychological approach focuses on the matters related to emotion and character underlying her life environment. Meanwhile, ethnochoreology approach emphasizes on the matters related to the shape, structure, and style. As a mask dancer, Rasinah is creative that she can survive. Therefore, based on the analysis, it can be concluded that : (1) Rasinah can regain her golden time because she was ‘scouted’ by Toto Amsar Suanda in 1994. After that, Toto and Endo Suanda tried that Rasinah can perform mask dance again; (2) Rasinah is thought to be a prominent figure for mask dance in Cirebon. She has put different nuance from other mask dancers. As a vi transformator, Rasinah has provided aesthetic stimulation to all of us, particularly the artist, in realizing the existence of mask dance. She indirectly has contributed on the government’s program in cultural value preservation; (3) As a dancer, Rasinah is good at making improvisation.
Kata Kunci : Biografi Dalang,Topeng Indramayu,Rasinah