Persepsi manajemen Puskesmas dan pasien rawat jalan terhadap minat kembali memanfaatkan layanan kesehatan Puskesmas Kabupaten Sleman
ZULHELMY, Dr. Hadori Yunus
2004 | Tesis | S2 AkuntansiAkuntabilitas proses terealisasi melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah biaya. Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan salah satu fungsi penting pemerintah disamping distribusi, regulasi, dan proteksi. Guna menjamin terlaksananya akuntabilitas publik dalam masalah layanan publik khususnya layanan kesehatan maka perlu dilakukan pengukuran terhadap kualitas layanan kesehatan. Puskesmas sebagai salah satu organisasi jasa layanan kesehatan dan merupakan organisasi sosial, dipandang perlu untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat umum dan dianggap sebagai organisasi jasa yang secara angsung menyentuh masyarakat tempatan. Penelitian ini menguji persepsi manajemen Puskesmas dan pasien rawat jalan terhadap minat kembali memanfaatkan layanan kesehatan Puskesmas kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan 17 Puskesmas sebagai sampel dengan 280 responden; manajemen Puskesmas 141 dan pasien rawat jalan 139 responden. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah ada kesenjangan (gap) antara kualitas layanan kesehatan dan tarif layanan kesehatan yang nyata dirasakan oleh pihak manajemen Puskesmas dan pasien rawat jalan di kabupaten Sleman. Kemudian tujuan lainnya adalah melihat pengaruh kualitas dan tarif layanan kesehatan rawat jalan terhadap minat kembali memanfaatkan layanan kesehatan rawat jalan. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dimodifikasi dari Rangkuti untuk manajemen Puskesmas dan modifikasi dari Parasuraman et al., dan Dewagong untuk pasien rawat jalan. Penelitian ini menggunakan alat analisis antara lain: uji Mann-Whitney, uji Wilcoxon Signed Ranks, Simple Regression, Multiple Regression dan Gap Analysis. Dari hasil analisis data ternyata terdapat gap negatif antara persepsi manajemen Puskesmas dan persepsi pasien rawat jalan terhadap minat kembali memanfaatkan layanan kesehatan. Kemudian terdapat pengaruh kualitas layanan dan tarif layanan secara signifikan terhadap minat kembali memanfaatkan layanan kesehatan
Process accountability is realized through gift of public service which quickly, responsive, and costless. Public service management is one of governmental important functions beside distribution, regulation, and protection. To guarantee executing of public accountability in public service problem specially health service is required measurement to quality of health service. Puskesmas as one of organization of service of health service and represent the social organization, considered necessary to give the maximal service to public society and considered to be a service organization directly touch the place society. This research is examining the perceptions of management of Puskesmas and outpatient perceptions to loyality to exploit the service of health of Puskesmas at Sleman regency. This research was using 17 Puskesmas as sample by 280 respondents; management of Puskesmas 141 and outpatient 139 respondents. The purpose of this research is to evaluate whether there is gap between quality of health service perceived by management of Puskesmas and outpatients at Sleman regency. Then other purpose is seeing influence of quality and tariff of health service to loyality to exploit the health service. The Research instrument is questionnaires which modified from Rangkuti for the management of Puskesmas and modification from Parasuraman et al., and Dewagong for the outpatient of. This research was using analysis tools including Mann-Whitney test, Wilcoxon Signed Ranks test, Simple Regression, Multiple Regression and Gap Analysis. From result of data analysis, it was found that there is negative gap between perceptions of Puskesmas management and outpatient perceptions to loyality to exploit the health service. Then there is influence of quality of service and service tariff sicnificantly to loyality to exploit the health service.
Kata Kunci : Manajemen Layanan Kesehatan,Kualitas Layanan,Minat Pasien,important service, performance service, service quality, service tariff, loyality to exploit the health service