Laporkan Masalah

PENAKSIRAN POTENSI HUTAN RAKYAT DI WILAYAH KECAMATAN CANGKRINGAN

VICTORIUS HANANTO, Ir. Sahid, M.Si

1999 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Rutan rakyat di wilayah Kecamatan Cangkringan, yang pada awalnya merupakan hasil program penghijauan, telah memberikan harapan baru bagi pemenuhan kebutuhan kayu masyarakat maupun kebutuhan industri. Rutan rakyat biasanya berupa pohon·pohonan yang dikombinasikan dengan usaha tani lainnya. Struktur tajuk yang dibentuk oleh pohon·pohonan dan tanaman pertanian dan atau perkebunan membentuk suatu struktur tajuk yang menyerupai struktur tajuk hutan alam. Potensi hutan rakyat yang diukur didasarkan pada indikator kerapatan pohon, sebaran diameter pohon, volume pohon (actual standing stock), dan luas bidang dasar. Analisis data menggunakan metode diskriptif dan tabulatif dengan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah stratiflkasi random sampling dengan penempatan sampel secara proporsional Jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 orang dari 649 orang untuk seluruh populasi. Pengambilan data potensi dilakukan dengan pengukuran langsung dan mernberikan daftar pertanyaan untuk mengetahui latar belakang sosial ekonomi responden. Rasil penelitian menunjukkan kerapatan tanaman sebesar 401 pohon/ha pada diameter rata·rata 19,35 cm. Sebaran diameter pohon berbentuk J terbalik yang menyerupai sebaran diameter pada hutan hujan tropis tak seumur. Volume pohon jenis sengon sebesar 14 m3/ha dengan volume total seluruh populasi sebesar 9.118 m3/ha. Volume pohon selain jenis sengon (kayu lain) sebesar 12 m3/ha dengan volume total seluruh populasi sebesar 7.685 m3/ha. Volume pohon seluruh jenis (sengon dan kayu lain) sebesar 26 m3/ha dengan volume total seluruh populasi sebesar 16.803 m3/ha. Luas bidang dasar rata·rata seluruh populasi sebesar 5,31 m2/ha pada diameter rata·rata 19,35 cm dengan Dk.Lbds minimal sebesar 1,48 dan Dk.Lbds ideal sebesar. Apabila dilihat dari Dk.Lbds minimal maka seluruh responden menggunakan pola tanam hutan rakyat kayu·kayuan (pola 3), sedangkan apabila dilihat dari Dk.Lbds ideal, pola tanam hutan rakyat pola pangan (pola 2) lebih mendominasi (61, 7% responden).

Kata Kunci : Potensi, Hutan Rakyat, Cangkringan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf