Laporkan Masalah

Pengaruh komposisi dewan direksi terhadap pengambilan keputusan bank di indonesia dalam pengambilan risiko

Eko Rizki Arianto, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Keputusan pengambilan risiko oleh bank memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan kinerja sektor perbankan. Struktur dewan direksi sebagai pengambil kebijakan strategis dalam perbankan diperkirakan memiliki pengaruh terhadap tingkat pengambilan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak komposisi dewan direksi terhadap keputusan pengambilan risiko bank di Indonesia, dengan fokus pada tiga aspek utama: proporsi perempuan, eksekutif muda, dan lulusan luar negeri dalam dewan direksi.

Penelitian ini menggunakan data panel dari bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2014–2023. Model regresi data panel diterapkan untuk menguji hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang mencerminkan pengambilan risiko bank, yaitu Risk-Weighted Asset to Total Asset (RWA/TA), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Herfindahl-Hirschman Index (HHI). Pengujian dilakukan melalui model regresi panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM), serta diuji lebih lanjut menggunakan uji Chow, uji Hausman, dan uji Breusch-Pagan Lagrange Multiplier (BPLM).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi perempuan dalam dewan direksi memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengambilan risiko bank. Sementara itu, proporsi lulusan luar negeri juga berpengaruh terhadap pengambilan risiko, dengan hasil yang menunjukkan hubungan positif. Namun, tidak ditemukan bukti signifikan bahwa keberadaan eksekutif muda dalam dewan direksi berpengaruh terhadap pengambilan risiko perbankan di Indonesia. Temuan ini memberikan implikasi bagi kebijakan tata kelola perusahaan, terutama dalam merancang struktur kepemimpinan yang dapat mengoptimalkan manajemen risiko perbankan.

Banks’ risk-taking decisions play a crucial role in maintaining stability and enhancing the performance of the banking sector. The structure of the board of directors, as the key strategic decision-makers in banking institutions, is expected to influence the level of risk-taking. This study aims to analyze the impact of board composition on banks’ risk-taking decisions in Indonesia, focusing on three key aspects: the proportion of female directors, young executives, and foreign-educated board members.

This research employs panel data from banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) covering the period from 2014 to 2023. A panel data regression model is applied to examine the relationship between independent variables and dependent variables that represent banks' risk-taking, namely Risk-Weighted Assets to Total Assets (RWA/TA), Loan to Deposit Ratio (LDR), and the Herfindahl-Hirschman Index (HHI). Model selection is conducted using the Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), and Random Effect Model (REM), followed by robustness tests including the Chow Test, Hausman Test, and Breusch-Pagan Lagrange Multiplier (BPLM) Test.

The findings indicate that the proportion of female directors significantly influences banks' risk-taking levels. Additionally, the proportion of foreign-educated directors is also positively associated with risk-taking. However, there is no significant evidence that the presence of young executives influences banks’ risk-taking behavior in Indonesia. These findings offer implications for corporate governance, particularly in designing leadership structures that optimize risk management and support more balanced and strategic decision-making within banking institutions.

Kata Kunci : Dewan Direksi, Pengambilan Risiko, Perbankan, Regresi Data Panel, Tata Kelola Perusahaan

  1. S2-2025-526411-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526411-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526411-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526411-title.pdf