PERANAN PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL TERHADAP PENDAPATAN PESERTA PROGRAM STUDI KASUS DI RPH KRAI BKPH GUNDIH, KPH GUNDIH PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH
LILIK UNIARTO, Ir. Djuwadi, M.S.
1999 | Skripsi | S1 KEHUTANANPeningkatan jumlah penduduk secara langsung akan menambah tekanan sosial ekonomi terhadap sumber daya yang terdapat diseki tarn ya. KPH Gundih Pe rum Perhutani Unit I Jawa Tengah, yang memiliki kawasan pengelolaan hutan kayu putih mengambil inisiatif untuk melaksanakan program perhutanan sosial (PS) dalam bentuk agroforestry yang dipadukan dengan pola pemeliharaan tegakan yang sudah berlangsung sebelumnya. Penelitian yang dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 1998 di anak petak 46.b dan 63.b, RPH Krai, BKPH Gundih, KPH Gundih, · Perum Perhutani Unit I Jawa Teng ah bertujuan untuk mengetahui peran PS terhadap pendapatan peserta program pada masing-masing golongan kepemilikan lahan dan peran PS terhadap distribusi pendapatan peserta program. Metoda pengambilan data primer didasarkan pada metoda random sampling dengan jumlah responden 50 orang. Analisis yang digunakan dalam peneli tian ini meliputi analisis persentase pendapatan dari lahan perhutanan sosial, dan analisis distribusi pendapatan peserta program berdasarkan kriteria Bank Dunia. Dari hasil analisis diketahui bahwa persentase pendapatan dari lahan PS untuk masing-masing golongan kepemilikan lahan bervariasi: strata I 17,93%, strata II 24, 20%, strata III 29, 63%, dan strata IV 22, 89% dari total pendapatan rumah tangga. Keberadaaan program PS mampu memperbaiki distribusi pendapatan. Hal 1n1 terlihat dari perubahan pendapatan 40% peserta program berpendapatan rendah yang dalam kondisi tanpa program (TP) mewakili 19,09% dari total pendapatan yang diterima seluruh peserta program, naik menjadi 20,26% pada kondisi dengan program {DP) . Keberhasilan pelaksanaan program PS diharapkan mampu mendukung kelestarian kawasan hutan yang bersangkutan.
Kata Kunci : Perhutanan Sosial, Pendapatan Peserta