Laporkan Masalah

Permukiman kumuh di lembah Code Yogyakarta studi tentang sikap pemukim terhadap lingkungan : Kasus di rukun kampung Terban dan Kotabaru kecamatan Gondokusuman

Endang Palupi, Drs. Tajuddin Noer Efendi, M.A.

1987 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Masalah permukiman tidak hanya menyangkut perbandingan antara jumlah penduduk yang semakin bertambah dengan luas wilayah yang relatif tetap, namun juga menyangkut persaing¬an untuk mendapatkan lokasi tempat tinggal yang relatif de¬kat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi kota, walau kadang-¬kadang lingkungan tempat tinggal yang didapatkan dan dihuni tersebut kurang layak didiami, karena kurang memenuhi syarat sebagai tempat tinggal. Berangkat dari permasalahan tersebut telah dilakukan penelitian di bagian kotamadya Yogyakarta. Daerah penelitian meliputi dua kelompok permukiman, per¬tama adalah permukiman kumuh yang terletak di Ledok Terban FT 25 dari wilayah rukun kampung Terban, kedua adalah permukiman kumuh yang terletak di rukun kampung Kotabaru RT 08 yang bia¬sa disebut permukiman Lembah Code. Kedua permukiman tersebut terletak di wilayah Kecamatan Gondokusuman. Seperti diketahui bahwa kelompok permukiman di daerah penelitian dicirikan oleh penduduk yang padat, rapat bangunan dan permukaan tanah yang tidak rata, karena merupakan teras sungai Code. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap¬kan Tatar belakang penghuni kelomDok permukiman kumuh yang terletak di teras dan dataran banjir sungai Code, wilayah ke¬camatan Gondokusuman. Selain itu, juga bertujuan untuk menge¬tahui dan mengungkapkan seberapa jauh hubungan antara kondisi sosial ekonomi penghuni dengan sikap mereka terhadap lingkung¬an tempat tinggal yang didiami, serta ingin mengetahui dan mengungkapkan tentang tindakan yang diambil penghuni sehu bungan dengan sikap mereka terhadap lingkungan tempat tinggal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua metode, yakni pengamatan berpartisipasi dam survai. Sebagai responden adalah semua kepala keluarga yang bertempat tinggal di daerah peneli¬tian. Hal ini dilakukan mengingat terbatasnya jumlah penduduk di daerah penelitian dan mengingat keinginan untuk mencapai hasil penelitian yang semaksimal mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pemukim mengeta¬hui dan menyadari, bahwa daerah yang mereka tempati adalah pa¬dat bangunan dan kurang layak dihuni. namun demikian 32,2 per¬sen pernukim menyatakan tidak ingin pindah, 19,6 persen ragu dan 48,2 persen menyatakan ingin pindah. Perbedaan kondisi sosial ekonomi pemukim mempengaruhi terjadinya perbedaan sikap tersebut. Selanjutnya hasil peneli¬tian juga mengungkapkan bahwa tindakan pemukim tidak sesuai dengan sikap mereka terhadap lingkungan tempat tinggal. Dari seluruh pemukim yang ingin pindah, tidak seorangpun yang me¬nyatakan siap pindah, sebesar 16 persen pemukim menyatakan se¬dang dalam persiapan pindah, sedang sisanya sebesar 84 persen pemukim menyatakan tetap tinggal di permukiman yang dihuni.

-

Kata Kunci : Permukiman kumuh,Lembah Code,Gondokusuman,Kotamadya Yogyakarta,DIY

  1. S1-1987-2601-Endang_Palupi-abstract.pdf  
  2. S1-1987-2601-Endang_Palupi-bibliography.pdf  
  3. S1-1987-2601-Endang_Palupi-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1987-2601-Endang_Palupi-title.pdf