Studi metode estimasi debit bajir dan perhitungan banjir rencana DAS Ngindeng kabupaten Ponorogo propinsi Jawa Timur
Eko Harsono, Drs. Sudarmadji, M.Eng.Sc.
1984 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPerencanaan bendungan antara lain diperlukan hasil estimasi debit banjir dan banjir rencana (design flood). Banyak metode yang dapet digunakan untuk menghitung esti¬masi debit banjir rencana. Penalitian ini, mempelajari metoda estimasi debit banjir dan banjir rencana di DAS Ngindeng, Kabupaten Po¬norogo, Propinsi Jawa Timur dengan metoda Hidrograf Satuan Analitik, Hidrograf Satuan Sintetik dengan Penelusuran Banjir Model Clark, dan metoda Rasional yang Dimodifikasi. Dari metoda-metoda tersebut dipilih metoda yang paling visual diterapkan di DAS Ngindeng, yang selanjut¬nya digunakan di dalam perhitungan banjir rencana DAS Ngindeng. Banjir rencana_ DAS Ngindeng diperoleh dari penerapan hujan efektif rencana yang diperoleh dari penerapan hujan efektif rencana yang diperoleh dengan rumus Log Peason Type III Distribution ke dalam metoda yang paling sesuai tersebut• Evaluasi debit puncak aliran langsung hasil estimasi dengan metoda-metoda tersebut dilaksanakan dengan pengujian secara statistik terhadap debit aliran langsung hasi1 pengamatan, yaitu dengan "Student T-Distribution". Pengamatan merupakan aliran langsung yang dihasilkan oleh banjir yang terjadi pada tanggal 27 Februari 1983 dan 19 Maret 1983. Dari evaluasi debit puncak aliran langsung hasil estimasi dengan metoda-metoda tersebut terhadap hasil pengamatan, pada taraf signifikasi 10% dan 20% diperoleh hasil sebagai berikut 1. Pada taraf signifikasi 10 % dan 20 % debit puncak hidrogaf aliran langsung hasil estimasi dengan metoda hidrograf satuan analitik mempunyai kemiripan dengan hasil pengamatan. Atau dengan kata lain bahwa hujan efektif yang terjadi pada tanggal 27 Februari 1983 mempunyai distribusi yang merata diatas DAS Ngindeng, baik ruang maupun waktunya. Sehingga pasangan hujan dan aliran yang dihasilkan tersebut dapat digunakan sebagai pengontrol. 2. Pada taraf signifikasi 10 % dan 20 %, hasil es¬timasi debit puncak aliran langsung dengan meto¬da hidrograf satuan sintetik model Clark mempunyai perbedaan yang meyakinkan terhadap hasil pengamatan maupun hasil estimasi dengan hidrograf satuan analitiki. Perbedaan tersebut menunjukkan hasil yang terlalu rendah dibanding dengan pengamatan maupun dengan hasil estimasi dengan metode hidrograf satuan analitik. Hal ini disebabkan oleh estimasi koefisien penampungan yang terlalu besar. 3. Pada taraf Signifikasi 10 % maupun 20 %, hasil estimasi debit puncak aliran langsung dengan metodea rasionil yang dimodifikasi mempunyai ke¬samaan dengan hasil eetimasi dengan metoda hidrograf satuan analitik (alami). Sehingga di dalam estimasi debit banjir apabila tidak ada data aliran maupun data hujan yang tercatat secara otomatis, maka metode rasional yang dimodfikasi merupaan metoda yang sesuai diterapkan untuk estimasi debit banjir DAS Ngindeng dari pada metoda hidrograf satuan sintetik dengan penelusuran banjir model Clark.
-
Kata Kunci : Banjir,Daerah aliran sungai Ngindeng, Jawa Timur,Debit banjir,Ponorogo