Laporkan Masalah

PENGARUH SULFIDITAS DAN PENAMBAHAN ANTRAKUINON TERHADAP RENDEMEN DAN SIFAT PULP SULFAT KAYU GMELINA (Gmelina arborea Roxb)

WANG YURIZAL, Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem, M. Sc

1999 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Perkembangan industri pulp kertas di Indonesia harus didukung oleh ketersediaan bahan baku kayu yang seimbang dengan tetap mempertahankan azas kelestarian hutan. Bahan baku tersebut akan dipasok dari HTI. Salah satu jenis tanaman HTI adalah gmelina ( Gmelina arborea Roxb ). Oleh karena itu, harus ada usaha u.rituk mempelajari kemungkinan untuk bahan baku pulp dan kertas. Selain memperhatikan sifat kayunya, perlu diperhatikan kondisi pemasakann)·a, yaitu sulfiditas. Usaha untuk menyempurnakan proses sulfat terns dilak-ukan. Salah satunya adalah penambahan antrakuinon dalam larutan pemasak sulfat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pulp yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sulfiditas dan penambahan antrakuinon terhadap rendemen, bilangan kappa dan sifat fisik pulp serta menetapkan kondisi yang optimal untuk menghasilkan pulp yang sesuai dengan syarat SNI. Untuk mengetahui kualitas kayu gmelina sebagai bahan baku pulp, maka dilakukan pemasakan dengan proses sulfat dengan ratio serpih : larutan pemasak = 1 : 4; alkali aktif 17%; suhu maksimum 170 °C; wak.'1u tuju 2 jam; ·v.aktu pada suhu maksimum 1,5 jam dengan variabel 3 perlakuan sulfiditas, yaitu 20%; 22,5% dan 25% dan 3 perla1..7.Ian penambahan antrakuinon, yaitu 0,00%; 0,05% dan 0, 10%. Pulp gmelina yang telah dimasak digiling dengan derajat giling 200-300 CSF untuk pembentukkan lembaran gramatur 60 g/m2 . Pengujian bilangan kappa dan sifat fisik pulp mengikuti SNI. Menggguriakan Rancangan Acak Sempurna (Completely Randomized Designed) dan uji lanjut Metode Perbandingan Orthogonal (uji kontras). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sulfiditas 20%; 22,5% dan 25% nila rerata Rendemen berturut-turut adalah 48,29; 47,47 dan 46,78% dan Bilangan kappa 20,72; 19,98 dan 18,08. Nilai rerata sifat fisiknya berturut-turut adalah Indeks Sobek 12,4,t; 12,59 dan 12,79 mN m2/g; lndeks Retak 7,37; 7,69 dan 7,76 kPa m2/g; Indeks Tarik 70,18; 70,93; 70,07 Nm/g; Panjang Putus 7,154; 7,230 dan 7,110 km dan Ketahanan Lipat 192,70; 238,03 dan 247,60. Sulfiditas berpengaruh terhadap rendemen dan bilangan kappa. Peningkatan sulfiditas menurunkan re:idemen dan bilangI'..11 kappa, sedangkan terhadap sifat fisik tidak berpengaruh. Berdasarkan venambaran 2ntrakuin0:1 0,00%; 0,05% dan 0, 10% ni!ai rcrata Rendemen bertuu.1t-t1,rut adalah 47,31 %; 48,0????% dan 47,1G% da·1 Bilangr.n kappa 22,23; 18,38 dan 17,33. 1\J;lai sifat fisiknya berturut-turut adalah Indeks Sobek 12,11; 12,85 dan 12,87 mN m2/g; Indeks Retak 7,17; 7,70 dan 7,95 kPa m2/g; indeks Tarik 65,57; 69; 14 dan 76,47 Nmfg; Panjang Putus 6,684; 7,048 dan 7,795 km dan Ketahanan Lipat 155,13; 267,67 dan 255,53. Antrakuinon berpengaruh terhadap rendemen, bilangan kappa dan sifat fisik pulp. Pcningkatan antrakuinon sampai batas 0,05% menaikkan rendemen. Peningkatan antrakuinon sarnpai batas 0, 10% menurunkan bilangan kappa dan menaikkan nilai sifat fisik lembaran pulp. Sulfiditas dan antrakuinon tidak berpengaruh terhadap ketahanan lipat. Tidak ada interaksi antara sulfiditas dan antrakuinon

Kata Kunci : pulp, Sulfiditas, Antrakuinon, gmelina, rendemen

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf