Laporkan Masalah

PENDAPATAN DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA PROGRAM KEHUTANAN SOSIAL POLA MENEJEMEN REGIME ( Pada pola MR IV Tahun Tanam 1993 di BKPH Ngadirejo, KPH Madiun)

WIDODO, Ir. Djuwadi, MSc

1999 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Bentuk operasional dari strategi keh????tanan sosial yang pemah d\lakukan antara lain insus tumpangsari, penanaman polowijo pada areal yang akan ditebang, penanaman tanaman tahan teduh pada tegakan tua, namun semua bentuk itu belum dapat menampung dan menyelesaikan masala.h sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan. Dalam rangka mencari bentuk yang operasional strategi kehutanan sosial itu, Fakultas Kehutanan UGM bekerja sama dengan Perum Perhutani melakukan uji coba di KPH Madiun, proyek tersebut dinamakan "Pilot Proyek Penge1olaan ,Hutan Jati Optimal" yang lebih dikenal dengan nama "Menejemen Regime (MR)°. Pada proyek MR pengelolaan hutan, khususnya pada MR JV pengelolaan oleh masyarakat di·lakukan selama daur. !I Pennasalahan pada penelitian ini adalah sejauh mana MR IV pada tahun kelima ( tahun tanam 1993 ) memberikan sumbangan terhadap pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja masyarakat pada lahan tersebut serta faktor yang mempengaruhinya serta keberhasilan tanaman pokoknya: Hasil penelitian ini menunjukan sumbangan proyek terhadap pendapatan pesanggem sebesar Rp 166 .310 a tau 11,93 %. Penyerapan tenaga kerja lahan proyek sebesar 37,73 HOK tiap andil atau 188,65 tiap hektar, dengan kepemilikan lahan andil rata-rata 0,2 ha. Faktor sosial ekonomi masyarakat yang mempengaruhi curahan tenaga pesanggem pada lahan proyek adalah pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan lahan andil di tempaat lain. Tanaman pokok terdiri dari dua j????nis yaitu jati dan rimba, prosen keberhasilan tanaman total adalah 94 %, sedangkan untuk tanaman jati 96 % dengan bonita rata-rata II.

Kata Kunci : Pendapatan, Penyerapan Tenaga Kerja, Kehutanan Sosial

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf