Laporkan Masalah

PENGARUH JUMLAH LUKA SADAP DAN BENTUK PENYADAPAN TERHADAP PRODUKSI GETAH PINUS

ARY AKBAR NAVIS, Ir. Kasmudjo, M.S.

1999 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pohon pinus dapat dimanfaatkan kayu dan getahnya. Getah pinus dapat diolah mef\iadi gondorukem yang digunakan antara lain dalam industri batik, kerta.s, sabun, pembuatan vemis, pelapis, tinta cetak serta terpentin. Banyak faktor yang mempengaruhi produksi getah pinus. Dalam penelitian dipilih faktor jumlah Iuka sadap dan bentuk penyadapan dengan variasi tegakan berupa diameter pohon, tinggi pohon, dan persen tajuk. Penelitian dilakukan pada pohon Pinus merkwii berumur 12 tahun yang belum pemah disadap, pada petak 88a KPH Pekalongan Timur yang memiliki hw 35 ha, ketinggian 60 m dpl, kelas kemiringan landai dan iklim tipe C (agak basah). Petak ukur penelitian 6 buah (luas 0, 1 ha), denganrata-ratakemiringan4,5° , peninggi 15,75 m, dan bonita ill. Jumlah Iuka sadap tiap pohon pada penelitian ini menggunakan l luka sadap, 2 luka sadap serta 3 Iuka sadap. Bentuk penyadapannya adalah bentuk rill dan quarre. Kegie:tan dalam penelitian ini antera lain , menentukan petak ukur, menentukan pohon penelitian, memasang label, mengukur suhu dan kelembaban pctak ukur, membersihkan areal sadapan, mengerok kulit pohon sampel, melukis pola sadap, memasang talang sadap dan plastik penampung getah, melakukan sadap awal, dan melak.ukan pembaruan yang wak.tunya sesuai orientasi. Data diperoleh dengan menimbang produksi getah pada 3 kali panen yang selanjutnya dihit:ung rata-rata produksi getah/hari/pohon. Data diolah dengan metode analisis varian Rancangan Acak Lengkap (CRD) dan desain eksperimen fak.torial untuk mengetahui faktor yang berbeda nyata, yang kemudian diuji Janjut. dengan LSD untuk nilai rata-ratanya. Untuk mengetahui pengaruh variui tegakan berupa dhh, tinggi pohon, dan persen tajuk digunakan analisis regresi dengan metode eliminasi langkah mundur. Hasil dari analisis varian menunjukkan faktor jumlah Iuka sadap berpengaruh terhadap produk.si getah yaitu semak.in banyak jumlah Iuka semak.in besar produk.si getah. Sedang fakt or bentuk penyadapan tidak berpengaruh temadap produksi getah. Untuk uji lanjut. LSD menunjukk.an semua nilai rata-ratanya berbeda nyata pada taraf uji 0,01 dengan rata-rata produksi getah (g/pohon/hari) untukjumlah l Iuka sadap S,43, 2 Iuka sadap 9,84 dan 3 Iuka sadap 14,07. Hasil dad ane:lisis regresi menunjukk.an adanya pengaruh variabel tinggi pohon dan persen tajuk, sedangkan variabel dbh tidak berbeda nyata. Disarankan perlunya kesesuaian antarajumlah luka sadap dan tujuan produksi getah. Juga perlunya kesesuaian antara bentuk penyadapan dan tujuan produk.si getah. Karena adanya pengaruh variabel tinggi pohon dan persen tajuk temadap produksi getah, mak.a disarankan dalam memilih variabel tersebut lebih seragam untuk penelitian sejenis.

Kata Kunci : Iuka sadap, bentuk penyadapan, gondorukem, getah pinus

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf