Kode dan alih kode dalam percakapan di Universitas Gunadarma Jakarta :: Sebuah kajian Sosiolinguistik
KHOLIQ, Muh, Drs. Mulyana, MA
2004 | Tesis | S2 LinguistikThesis ini mengkaji mengenai kode dan alih kode dalam percakapan di Universitas Gunadarma Jakarta, khususnya fakultas sastra, yang merupakan komunitas yang majemuk dalam bidang Bahasa. Ada beberapa hal yang akan dikaji dalam penelitian ini. Adapun permasalahan tersebut adalah sebagaimana telah disebutkan dalam rumusan masalah dan ruang lingkup, yaitu: 1) kode apa sajakah yang digunakan dalam komunitas mahasiswa dan dosen di Universitas Gunadarma dan apa fungsinya, 2) bagaimana hubungan konteks sosial dengan kode yang digunakan dalam percakapan di Universitas Gunadarma, 3) jenis alih kode apa sajakah yang ditemukan dalam percakapan di Universitas Gunadarma, 4) apa sajakah faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya alih kode dalam percakapan di Universitas Gunadarma. Dalam penelitian ini digunakan metode cakap dan metode simak dalam penyediaan datanya. Data-data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis secara kontekstual yang didasarkan pada konsep komponen tutur yang dipaparkan oleh Hymes (1972). Penelitian kode dan alih kode di Universitas Gunadarma Jakarta ini didapatkan beberapa penemuan yang dirangkum sebagai berikut: 1) kode yang digunakan dalam percakapan di Universitas Gunadarma berwujud bahasa dan ragam. Bahasa dibagi menjadi bahasa Indonesia dan Non-Indonesia. Bahasa Non-Indonesia disini meliputi bahasa Inggris, Jawa, dan Sunda,. Ragam dibedakan menjadi ragam lengkap dan ragam ringkas sedangkan kode yang berwujud dialek berupa dialek Jakarta . Adapun fungsi dari masing-masing kode itu adalah bahasa Indonesia standar mempunyai fungsi yang formal, bahasa Indonesia tidak standar mempunyai fungsi yang santai atau tidak formal, dialek Jakarta mempunyai fungsi untuk solidaritas, bahasa Sunda mempunyai fungsi untuk keakraban, bahasa Jawa mempunyai fungsi untuk keakraban juga, dan bahasa Inggris mempunyai fungsi untuk berlatih, 2) hubungan konteks sosial dengan kode yang digunakan tidak terlalu terikat oleh situasi percakapan, 3) jenis alih kode yang ditemukan dalam percakapan berwujud alih kode internal dan alih kode eksternal. Alih kode internal meliputi alih kode dari ragam Indonesia standar ke ragam Indonesia tidak standar, sedangkan alih kode eksternal meliputi alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Sunda, alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, dan alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, dan 4) ada beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya alih kode dalam percakapan yang terjadi di Universitas Gunadarma yaitu, 1) emosi, 2) maksud dan tujuan tertentu, 3) pengaruh lawan bicara, 4) pengaruh situasi bicara, dan 5) pengaruh tuturan sebelumnya
This thesis studies about code and code switching within conversation at Gunadarma University Jakarta, especially the Faculty of Letters, which is a complex community especially in their use of language. There are several problems which will be studied. The problems are as mentioned in problem formulation and the scope of study, namely, (1) what the manifestation of code within conversation between lecturer and student, lecturer and lecturer, and also student and student conversation are. (2) how the relationship between social context and code used within conversation are. (3) what kinds of code switching found within conversation are. (4) what the determining factors of code switching at Gunadarma University are. This study uses interview method with various techniques to collect data, as stated by Sudaryanto (1993). Then the collected data is analyzed contextually related to the concept of speech components as was described by Hymes (1972). The study of code and code switching at Gunadarma University Jakarta finds several matters summarized below: 1) The codes used at conversation at Gunadarma University are language and style. Language is divided into two, namely Indonesian and Non-Indonesian language. The Non- Indonesian includes English, Javanese, and Sundanese. Style could be divided into two, namely the elaborated communication style and restricted communication style, whereas dialect that rises is Jakarta dialect. Then, the function of the codes are Indonesian standard language has a formal function, Indonesian non-standard language has a informal function, Jakarta dialect has a solidarity function, Sundanese has an intimate function, Javanese has an intimate function, and English has a reinforcement for the speakers function, 2) Social context relation in connecting with codes used is not so tied at conversation situation, 3) The kinds of code switching found within conversation at Gunadarma University are internal code switching and external code switching. Internal code switching includes code switching from Indonesian standard language to Indonesian non-standard language, whereas external code switching includes code switching from Indonesian language to Sundanese, Indonesian language to Javanese, and Indonesian language to English, and 4) There are several factors determining code switching in this study, namely a) emotion, b) certain purpose, c) the influence of interlocutor, d) the influence of speech situation, and e) the influence of utterance that precede.
Kata Kunci : Sosiolinguistik,Percakapan,Kode dan Alih Kode, conversation - code - code switching