POLA SEBAB KEMATIAN AKIBAT TINDAK PIDANA YANG DIOTOPSI DI LABORATORIUM FORENSIK RSUP. Dr. SARDJITO YOGYAKARTA TH. 1993 - TH. 1995
Sri Purwati, dr. Wikan Baswo, DSPF; Dra. E. Sutarti, SU
1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERANTindak kejahatan yang nenyebabkan kenatian dari tahun ke tahun nengalani peningkatan. Seorang dokter secara langsung naupun tidak langsung dapat tersangkut dalam pengusutan suatu perkara pidana karena tugas atau jabatannya (Pasal 133 ayat 1 KUHAP). Dalan nengungkap suatu tindak pidana, korban nerupakan salah satu sarana bukti yang dapat dinanfaatkan untuk nengungkap sebab kenatiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk nengetahui sebabsebab kenatian dan cara kenatiannya akibat suatu tindak pidana krininalitas. Obyek penelitian ini adalah korban tindak pidana krininalitas yang diotopsi di laboratoriun forensik RSUP Dr. Sardjito dalan kurun waktu tiga tahun dari tahun 1993-1995. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif cross sectional dengan melihat hasil otopsi yang dituangkan dalan Visun et Repertum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korban tindak pidana laki-laki ada 66 atau dua kali lebih banyak daripada perempuan dari 99 korban yang diotopsi. Usia korban terbanyak antara 21-40 tahun. Cara kematian terbanyak akibat trauma benda tumpul (47,87 %) diikuti akibat trauma benda tajan (29,78 %) trauma yang menimbulkan aspiksi (23,34 %). Sebab kematian terbanyak akibat perdarahan (53,53 %), diikuti aspiksi (28,28 %), kerusakan tulang tengkorak (12,12 %). Lain-lainnya (6,06%).
-
Kata Kunci : forensik, otopsi