Kuat lentur balok beton bertulang non-pasir dengan agregat ringan breksi batu apung
KURNIADI, Edi, Ir. Kardiyono Tjokrodimuljo, ME
2004 | Tesis | S2 Teknik SipilDengan makin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan bahan bangunan untuk perumahan sederhana makin meningkat sehingga perlu adanya pemanfaatan bahanbahan lokal. Di Desa Bawuran Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul terdapat cadangan breksi batu apung dalam jumlah banyak yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kerikil dalam pembuatan beton non-pasir. Sifat-sifat balok beton bertulang non-pasir dengan breksi batu apung tersebut belum diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian balok beton bertulang non pasir dengan agregat breksi batu apung dengan ukuran 200mm x 300mm x 3000mm, dengan perbandingan volume agregat : semen adalah 4 : 1, dan faktor air semen 0,4. Balok tersebut dipasang tulangan rangkap dengan jumlah tulangan atas dan bawah sama. Variasi tulangan yang digunakan adalah 2P12, 3P12, 2P16, dan 3P16. Balok-balok tersebut diuji lentur untuk mengetahui kekuatan, dan lendutan. Hasil pengujian dibandingkan dengan cara teoritis. Pendekatan teori dilakukan dengan cara analisis pias-pias dengan didasarkan pada distribusi tegangan-regangan hasil pengujian silinder beton. Hasil eksperimen menunjukan beton non pasir dengan agregat breksi batu apung tersebut mempunyai tegangan beton maksimum fc ’ sebesar 7,329 MPa pada regangan 0,001485 dan mempunyai modulus elastis awal Ec sebesar 7886,315 MPa. Secara teoritis dan eksperimen semakin besar jumlah tulangan pada balok semakin besar pula beban maksimum namun tidak banyak mempengaruhi besarnya lendutan pada beban maksimum. Nilai beban maksimum hasil eksperimen lebih kecil daripada nilai beban secara teoritis. Perbandingan beban maksimum antara hasil eksperimen dan teoritis berkisar antara 69,16% s/d 82,81%. Pada penelitian ini retak terjadi lebih dahulu pada bagian bawah di tengah balok, kemudian terjadi beberapa keretakan dibeberapa tempat. Hal ini menunjukkan bahwa balok mengalami kegagalan lentur dibagian tarik.
Since the increasing of population then the need of building materials for simple housing will increase too. It will encourage the utilization of local materials. At Bawuran Village, Pleret, Bantul there are reserve of pumice deposit in a large amount which can be explorated as coarse aggregate substitution in the making of no-fines concrete. However the characteristics of reinforced no-fines concrete beam have not been known yet, therefore a research regarding it should be done. In this research, the testing of reinforced no-fines concrete beam with lightweight aggregate of the pumice with size of beam of 200mm x 300mm x 3000mm with the volume ratio of aggregate and cement was 4:1, and water cement ratio 0.4. The beam was installed with double reinforcement with the amount of its were equal. Equal variations of reinforcement that were used namely 2P12, 3P12, 2P16, and 3P16. The beams were tested with flexural testing for obtaining flexural strength, and deflection. The results of experiments were compared with theory approach. Theoritical approach was done with slices analysis method that based on stress-strain diagram from concrete cylinder compressive testing. The result indicated that no-fines concrete with pumice aggregate have compressive strength fc ’ = 7.329 MPa at strain 0.001485 and have modulus elastic Ec = 7886.315 MPa. As theoretically and experimently showed that larger reinforcement amount would be increase the maximum load but not too effect for the deflection on maximum load. The maximum load of experiment was less than theoretically. The ratio of maximum load between experimental result and theoretical approach range from 69.16% to 82.81%. This research showed that the first crack occurred from the centre of bottom of beam and then followed to other zone. It indicated that the beam experienced flexural failure in tensile zone.
Kata Kunci : Balok Beton Bertulang,Non Pasir,Kuat Lentur,Breksi Batu Apung, lightweight aggregate, no-fines concrete, reinforced concrete beam, flexural strength