Kerangka Upaya Strategis untuk Peningkatan Kinerja ESG PT XYZ dalam Pembiayaan dan Investasi di Sektor Ketenagalistrikan
Gerry Kristian, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
PT XYZ sebagai perusahaan pembiayaan infrastruktur milik pemerintah Indonesia memperoleh mandat untuk bertransformasi menjadi Development Finance Institution (DFI) dengan fokus pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Tahun 2024 PT XYZ memperoleh provisional ESG rating dengan peringkat AA. Namun terdapat area perbaikan yang perlu diperhatikan, yaitu pada isu financing environmental impact, dan corporate governance. Provisional ESG rating juga menghasilkan klasifikasi portofolio pembiayaan PT XYZ ke dalam tingkat risiko dampak lingkungan. Sektor ketenagalistrikan dengan sumber energi nonterbarukan masuk ke dalam klasifikasi berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis implementasi ESG memengaruhi kinerja PT XYZ dalam pembiayaan dan investasi di sektor ketenagalistrikan. Penelitian ini juga merumuskan rekomendasi upaya strategi yang dapat diterapkan oleh PT XYZ untuk memperkuat implementasi ESG pada kinerja utama dalam pembiayaan dan investasi di sektor ketenagalistrikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Implementasi ESG pada kinerja PT XYZ dilihat dari Indikator Kinerja Utama (IKU) melalui model Sustainability Balanced Scorecard (SBSC), yaitu mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Data penelitian mencakup kinerja tahun 2023 dan 2024, dengan data primer berasal dari hasil wawancara mendalam terhadap narasumber terpilih. Hasil menunjukkan bahwa implementasi ESG belum tercermin pada kinerja utama PT XYZ. Pengukuran kinerja masih difokuskan kepada profitabilitas, efisiensi operasional, produktivitas, dan kepuasan pelanggan. Rekomendasi upaya strategi untuk memperkuat implementasi ESG dalam bentuk usulan penambahan indikator pada IKU meliputi porsi pembiayaan yang berkaitan dengan mitigasi climate change, financed emission dari pembiayaan yang dilakukan, penyaluran Technical Assistance (TA) terkait aspek ESG, pemberian apresiasi debitur atas kinerja lingkungan dan sosial, penilaian risiko lingkungan dan sosial dalam pembiayaan dan investasi, pelaksanaan komite ESG, persentase karyawan yang mengikuti pelatihan ESG, dan indeks kepuasan karyawan.
PT XYZ, as a government-owned infrastructure financing company in Indonesia, has been mandated to transform into a Development Finance Institution (DFI), focusing on sustainable development by integrating Environmental, Social and Governance (ESG) principles. In 2024, PT XYZ obtained a provisional ESG rating of AA. Some areas for improvement, however, need to be addressed, particularly in financing environmental impact and corporate governance issues. The provisional ESG rating also classifies PT XYZ's financing portfolio based on environmental impact risk. The power sector, especially those using non-renewable energy, is classified as a high-risk. This study aims to examine how ESG implementation affects PT XYZ's performance in financing and investing in the power sector. Furthermore, this study formulates strategic recommendations that PT XYZ can do to strengthen ESG integration in financing and investment activities in the power sector. This research utilizes a qualitative descriptive approach. ESG implementation in the performance of PT XYZ is assessed through Key Performance Indicators (KPIs) using the Sustainability Balanced Scorecard (SBSC) model that integrates sustainability aspects into four perspectives: finance, customers, internal business processes, and learning and growth. The research data covers 2023-2024 performance, with primary data sourced from in-depth interviews with selected respondents. The results indicate that ESG implementation has not been reflected in PT XYZ’s KPIs. Performance measurement remains centered on profitability, operational efficiency, productivity, and customer satisfaction. Strategic recommendations to improve ESG implementation include proposing additional KPIs, such as: proportion of financing related to climate change mitigation, financed emissions from lending activities, allocation of Technical Assistance related to ESG aspects, debtor recognition for environmental and social performance, environmental and social risk assessment in financing and investment, ESG committee implementation, employee participation in ESG training, and employee satisfaction index.
Kata Kunci : ESG, Kinerja Perusahaan, Sustainability Balanced Scorecard (SBSC)